Kompas.com - 14/10/2017, 12:54 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tak ada yang meragukan manfaat air susu ibu (ASI) sebagai nutrisi yang terbaik bagi bayi. Meski demikian, pemberian ASI dari donor untuk bayi sebaiknya melalui pemeriksaan yang ketat untuk mencegah penularan penyakit.

Walau ASI adalah susu, tetapi tetap merupakan produk darah yang bisa membawa virus penyebab penyakit.

Menurut penjelasan dr.Elizabeth Yohmi, Sp.A, penularan penyakit yang bisa melalui ASI antara lain hepatitis B dan C, HIV, Cytomegalovirus (CMV) dari keluarga virus herpes, herpes simpleks, rubela, dan juga bakteri.

Sementara itu, di media sosial biasanya pencari donor dan penerima donasi ASI biasanya hanya mencantumkan jenis kelamin bayi, usia, agama, dan juga pola makan pendonor ASI.

"Idealnya ASI dari donor sudah melalui pemeriksaan, baik screening lisan dan tulisan, pemeriksaan laboratorium, bahkan harus dipasteurisasi dan dikultur, sebelum diberikan pada bayi," kata dokter yang menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia ini.

Proses penapisan (screening) untuk menjadi donor ASI dibagi menjadi dua langkah prosedur, pertama donor (pemberi) ASI akan menjawab pertanyaan tertulis tentang riwayat kesehatan secara detail.

Kemudian form ini dikirim ke pusat layanan kesehatan primer untuk konfirmasi kebenaran data.

Donor potensial ditolak jika pernah mendapat transfuri darah atau produk darah lainnya dalam 12 bulan terakhir, melakukan transplantasi organ atau jaringan dalam setahun terakhir, mengonsumsi alkohol dalam 24 jam terakhir, mengonsumsi obat sistemik atau hormonal, atau menggunakan dosis besar vitamin dan obat herbal.

"Selain itu ASI dari ibu yang vegetarian dan tidak mendapat suplemen vitamin B-12 juga berbeda komposisinya dengan ibu yang mengonsumsi protein hewani," katanya.

ASI yang didonorkan juga seharusnya tidak berasal dari ibu yang mengonsumsi narkoba, merokok, memiliki riwayat penyakit hepatitis atau infeksi kronik seperti HIV dan tuberkulosis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.