Kompas.com - 17/10/2017, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Anda mungkin muda, kuat, dan gagah, tetapi seiring bertambahnya usia perubahan fisik adalah hal yang tak terelakkan, termasuk pada organ penis. 

Simbol kejantanan pria ini dipercaya akan hilang kegagahannya saat seorang pria makin menua. Lalu perubahan apa sajakah yang terjadi pada penis saat tua nanti? Menurut ahli urologi Brian Steixner, MD, direktur Institute of Men’s Health for the Jersey Urology Group, setiap pria perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan penis mereka.

1. Mengendur
Brian Steixner telah melakukan penelitian terhadap beberapa pria berusia 70 tahun. Pria-pria tersebut diminta untuk berjalan dengan telanjang disepanjang ruang ganti, hasilnya skrotum mereka nampak terkulai. Kendurnya penis tersebut disebabkan karena hilangnya masa otot dan inilah yang disebut dengan sindrom 'Splash Down'.

Berkat kemajuan teknologi kedokteran estetika, kondisi ini bisa diatasi dengan prosedur scrotoplasty untuk mengencangkan kembali otot-otot di sekitar skrotum.

2. Ukuran penis berubah

Berkurangnya kolagen pada kulit juga membuat penyusutan pada bagian penis. Sebenarnya penyusutan ini juga terjadi pada kulit di seluruh tubuh. Penyusutannya berlangsung perlahan-lahan.

Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat yang mengakibatkan berat badan gampang naik. Kenaikan berat badan inilah juga berhubungan dengan menyusutnya ukuran penis. Penimbunan lemak di perut juga membuat penis semakin "tenggelam".

3. Melengkung
Steixner menemukan fakta bahwa pada usia paruh baya pria akan rentan terkena penyakit peyronie, yaitu kondisi penis yang tampak asimetris akibat pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis. Pemicunya sebenarnya sederhana, yakni trauma berulang, misalnya karena benturan saat olahraga atau aktivitas seksual, sehingga akan terbentuk scar di penis.

Bengkoknya penis akan semakin buruk di usia akhir 60-an. Beruntung pada saat ini kondisi tersebut bisa dikoreksi dengan suntikan botox untuk melepaskan akumulasi plak.

4. Disfungsi ereksi

Risiko disfungsi ereksi akan bertambah seiring berjalannya usia. Penis adalah organ tubuh yang penuh dengan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah menuju penis sehingga terjadi ereksi.

"Disfungsi ereksi sama seperti 'serangan jantung' pada penis. Mencegahnya dilakukan sama seperti mencegah serangan jantung, yakni menjaga pola makan dan berolahraga," kata Steixner.

5. Sulit orgasme
Saat berada di usia tua, sensitivitas penis akan mengalami penurunan. Penurunan ini juga disebabkan karena fungsi saraf pada penis yang semakin menurun yang berakibat pada sulitnya orgasme dan ereksi. Paling tidak Anda akan butuh waktu lama untuk mencapai klimaks dibanding di usia keemasan Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.