Kompas.com - 18/10/2017, 18:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

3. Latihan kekuatan

Yang paling dasar, latihan kekuatan melibatkan penggunaan berat untuk menciptakan ketahanan terhadap tarikan gravitasi. Bobotnya bisa jadi tubuh Anda sendiri, atau pun beban bebas seperti barbel atau dumbel.

Penelitian menunjukkan bahwa Anda dapat menggunakan beban berat dan sejumlah kecil repetisi atau bobot ringan dan lebih banyak pengulangan untuk membangun otot yang lebih kuat dan kokoh.

Chris Jordan, ahli fisiologi olahraga yang video olahraga 7 menitnya viral, mengatakan bahwa orang dewasa dalam kondisi sehat setidaknya perlu melakukan latihan ketahanan dua atau tiga dari empat sampai lima hari dari waktu olahraga mereka setiap minggunya.

Anda juga dapat menggunakan latihan interval intensitas tinggi, yang menggabungkan manfaat kardiovaskular bersepeda atau berlari dengan latihan ketahanan, untuk mencapai hasil yang sama atau serupa. Apapun latihan yang Anda coba, hal yang paling penting adalah terus melakukannya. "Untuk mencapai hasil, konsistensi adalah kunci," kata Jordan.

4. Berjalan

Mungkin kedengarannya tidak signifikan, tapi berjalan bisa menjadi obat yang ampuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berjalan selama setidaknya 30 menit—bahkan dengan kecepatan sedang atau santai—dapat memberi manfaat bagi otak dan tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu studi baru-baru ini menemukan bahwa pada orang dewasa usia 60 sampai 88, berjalan selama 30 menit empat hari dalam sepekan selama 12 pekan memperkuat konektivitas di wilayah otak, dimana koneksi yang lemah dikaitkan dengan kehilangan ingatan.

Sebuah studi percontohan pada penderita depresi berat juga menemukan bahwa hanya 30 menit treadmill berjalan selama 10 hari berturut-turut "cukup untuk menghasilkan penurunan depresi secara klinis dan relevan secara statistik."

Jika saat ini Anda tidak berolahraga secara teratur, peneliti kesehatan Harvard merekomendasikan memulai rutinitas berjalan Anda selama 10-15 menit dan perlahan ditingkatkan hingga 30 atau 60 menit.

5. Kegel

Kegel penting bagi pria dan wanita karena membantu menguatkan beberapa otot yang biasa disebut otot dasar panggul (pelvic floor). Seiring bertambahnya usia, otot-otot ini—yang meliputi rahim, kandung kemih, usus halus, dan rektum—bisa mulai melemah. Menjaganya  tetap kuat dapat memiliki manfaat penting, salah satunya mencegah mengompol.

Cara yang tepat untuk melakukan kegel adalah seperti meremas otot yang akan Anda gunakan untuk menahan air seni, menurut penelitan Harvard. Mereka merekomendasikan menahan kontraksi selama dua sampai tiga detik, melepaskan, dan mengulang 10 kali saat berkemih. Untuk hasil terbaik, lakukan empat sampai lima kali sehari.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.