Kompas.com - 22/10/2017, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Cemburu sering diartikan sebagai tanda cinta yang mendalam, tetapi cemburu juga merupakan emosi yang menyakitkan dan menimbulkan konflik. Banyak kasus kriminal terjadi karena alasan cemburu.

Cemburu adalah emosi yang normal pada manusia dan menjadi bagian dari banyak lapisan pengalaman cinta. Menurut terapis dan psikolog Esther Perel, cemburu bahkan bisa menjadi cara untuk mendekatkan hubungan.

"Jika kita belajar untuk mendengarkan rasa cemburu, kita bisa memiliki hubungan yang lebih romantis dan seks lebih intim," kata Perel.

Cemburu dan rasa iri ternyata berbeda. Rasa iri pada umumnya melibatkan orang ketiga. "Iri adalah 'Saya ingin apa yang kamu punya'. Sedangkan cemburu adalah 'Saya punya sesuatu yang saya pikir kamu inginkan dan kamu kejar'," kata profesor psikologi Erica Slotter.

Tak banyak orang mau mengakui rasa cemburunya, karena ini bisa menunjukkan kekuatan tidak seimbang dalam sebuah hubungan. Rasa cemburu juga bisa timbul karena kita kurang percaya diri.

"Ini adalah sinyal pasangan kita memiliki nilai lebih tinggi atau kita merasa terancam dan takut ditinggalkan," kata psikolog David Buss.

Dalam kasus yang ekstrem, rasa cemburu sangat merusak. Ada orang yang sampai membunuh orang yang dicemburuinya. Tetapi, kebanyakan orang yang tidak bisa mengendalikan rasa cemburunya akan bersikap posesif pada pasangannya.

Meski begitu, dalam evolusi manusia, rasa cemburu memiliki tujuan sebagai mekanisme mendapatkan pasangan. Dalam porsi kecil, cemburu memang menjadi "bumbu" untuk menunjukkan rasa peduli dan cinta.

"Justru jika hubungan Anda tidak ada cemburu, mungkin itu adalah indikasi bahwa Anda atau pasangan, kurang peduli," kata Buss.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.