Kompas.com - 27/10/2017, 19:10 WIB
Lukisan karya Sudjana Kerton Lahang yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYALukisan karya Sudjana Kerton Lahang yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017.
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Karya pelukis Indonesia ternyata diminati oleh para kolektor lukisan dunia. Terbukti, sekitar 60 persen daftar karya seni asal Asia Tenggara di Asian 20th Century Art Sale yang diselenggarakan oleh Balai Lelang Christie’s di Hongkong pada 26 November 2017 merupakan karya seniman lukis asal Indonesia.

Specialist Southeast Asian Modern and Contemporary Art Christie’s, Vanessa, mengatakan selain karya seniman lukis yang sudah tersohor—Affandi, Hendra Gunawan, S Soedjojono—juga ada pelukis abstrak modern seperti Ahmad Sadali, Mochtar Apin, Umi Dachlan hingga Popo Iskandar.

Ilustrasi lukisan karya Affandi Minum Tuak yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Ilustrasi lukisan karya Affandi Minum Tuak yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017.
“Untuk the most expensive (paling mahal) ada lukisan Affandi berjudul 'Minum Tuak',” kata Vanessa kepada Kompas Lifestyle saat pameran barang lelang Christie’s di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Lukisan Minum Tuak karya Affandi pernah terjual sekitar Rp 4,26 miliar pada Asian 20th Century & Contemporary Art 2013 silam di Hong Kong. Kini, lukisan tersebut kembali dalam daftar lelang bersama karya Affandi lain seperti Cockfight (Ayam Tarung) dan Duck in the Marsh. Vanessa mengatakan lukisan 'Minum Tuak' merupakan salah satu yang terbaik dan dicari kolektor

“Minum Tuak termasuk karya selama dia di Bali. Karya dia di Bali dibanding karya lain, termasuk jarang. Di Bali itu sendiri Affandi melukis dan balik lagi, jadi semacam cari inspirasi saja,” kata Vanessa.

Lukisan karya Ahmad Sadali yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Lukisan karya Ahmad Sadali yang akan dilelang Balai Lelang Christies di Asian 20th Century Art Sale, Hong Kong, pada 26 November 2017.
Selain Affandi, Balai Lelang Christie’s kini juga tengah memopulerkan lukisan abstrak modern seniman Indonesia. Saat ini diakui Vanessa, pelukis genre modern abstrak yang sohor baru Ahmad Sadali. Oleh karena itu, beberapa seniman modern abstrak yang karyanya turut serta dalam lelang nanti diharapkan bisa dikenal para kolektor.

Untuk saat ini respon pasar terhadap lukisan semacam ini baik, menurut Vanessa. Maka dari itu, Christie’s berani melanjutkan untuk menghadirkan lukisan bergenre astrak modern.

“Karena (kolektor) ingin melihat sesuatu yang baru dan (meskipun) artis (seniman) ini dalam timeline sama, pricenya beda level.”

“Kalau Affandi, Hendra gunawan, sudah miliaran, tapi modern master bisa dibilang lebih murah harganya. Nah, karena harga awal belum terlalu mahal, kami positif market ini bisa dikembangkan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.