Kompas.com - 03/11/2017, 23:33 WIB
Bunga Jelitha Ibrani saat mengenakan Warrior of Orangutan, kostum nasional Indonesia untuk ajang Miss Universe akhir November 2017. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYABunga Jelitha Ibrani saat mengenakan Warrior of Orangutan, kostum nasional Indonesia untuk ajang Miss Universe akhir November 2017.
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah karya fashion akan dibawakan Bunga Jelitha Ibrani dalam perhelatan kontes kecantikan Miss Universe 2017. Mahakarya dalam bentuk busana itu rancangan dari Rinaldy A Yunardi, desainer Indonesia yang dipercaya Yayasan Puteri Indonesia (YPI) merancang kostum nasional untuk Puteri Indonesia 2017 untuk bertanding di Las Vegas, Amerika Serikat pada akhir November 2017.

Bertema besar orangutan, Rinaldy mengejewantahkan ide-idenya itu dalam busana menggugah, disertai pesan-pesan untuk penyelamatan hewan asli Indonesia tersebut. Karyanya ini disebut dengan “Warrior of Orangutan” dan diperkenankan ditunjukkan ke publik dalam konferensi pers persiapan Bunga menuju Miss Universe 2017 di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).

Bunga Jelitha Ibrani saat mengenakan Warrior of Orangutan, kostum nasional Indonesia untuk ajang Miss Universe akhir November 2017.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Bunga Jelitha Ibrani saat mengenakan Warrior of Orangutan, kostum nasional Indonesia untuk ajang Miss Universe akhir November 2017.
Kostum yang terinspirasi dari baju kstaria perang ini disebut terbuat dari bahan dasar kertas daur ulang ramah lingkungan. Kemudian disulam menyerupai anyaman rotan serta dihiasi ornamen Kalimantan—yang melambangkan kekokohan serta perjuangan untuk melindungi satwa orangutan dan hutan Kalimantan.

“Bahan daur ulang kertas itu representasi perlindungan terhadap hutan Kalimantan,” katanya.

Tak hanya di baju, perhiasan di kepala juga tak kalah memesona, yakni melambangkan kekuatan adat dari suku Dayak di Kalimantan yang hidup selaras dengan alam dan hutan.

Sementara detail wajah orangutan di belakang kepala dimaknai bahwa satwa itu membutuhkan pertolongan serta perlindungan dari manusia agar bisa bertahan hidup—salah satu caranya dengan tidak merusak habitatnya.

Adapun perhiasan gelang dengan sepatu hingga lutut menggambarkan tameng dan kesiapan seorang ksatria untuk berjuang membela dan melindungi habitat orangutan dari pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.