Kompas.com - 06/11/2017, 17:22 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Dopamin mungkin akan terlepas sesaat setelah berhubungan seks, tapi setelah itu? Menurut para peneliti, ada kondisi yang disebut post-sex blues (postcoital dysphoria). Sekitar sepertiga dari perempuan dalam satu penelitian mengungkapkan mengalami kesedihan setelah berhubungan seks. Meskipun ada kemungkinan penyesalan atau perasaan dipaksa menjadi alasan, namun peneliti tidak dapat menjelaskan hubungan ini.

4. Mengurangi rasa sakit

Jangan menolak ajakan bercinta dari pasangan saat mengalami sakit kepala. Penelitian menunjukkan bahwa berhubungan seks dapat meredakan gejala sakit kepala. Dalam sebuah penelitian di Jerman tahun 2013, 60 persen peserta yang menderita migrain dan 30 persen penderita sakit kepala kluster yang berhubungan seks selama periode sakit kepala melaporkan berkurang sebagian atau sepenuhnya.

5. Seks bisa menghilangkan ingatan

Setiap tahun, kurang dari 7 orang per 100.000 orang mengalami "amnesia transien global," kehilangan ingatan mendadak yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi neurologis lainnya. Kondisi itu bisa ditimbulkan oleh seks yang kuat, juga stres emosional, sakit, luka kepala ringan, prosedur medis dan masuk ke air panas atau dingin.

Kondisi hilang ingatan bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam. Selama periode tersebut, seseorang tidak dapat membentuk ingatan baru atau mengingat peristiwa yang sangat baru. Untungnya, tidak ada efek jangka panjang untuk hal ini.

6. Seks bisa meningkatkan daya ingat

Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa dibandingkan dengan tikus yang bertahan satu malam, tikus yang melakukan hubungan seks (sekali sehari selama 14 hari berturut-turut) menghasilkan lebih banyak neuron di hippocampus, area otak yang terkait dengan ingatan. Temuan ini didukung oleh penelitian kedua, juga pada tikus. Tapi, masih harus dilihat apakah seks teratur juga memiliki efek ini pada manusia.

7. Menenangkan

Studi serupa yang menghubungkan seks teratur dengan dorongan otak pada tikus juga menemukan bahwa stres terhadap tikus berkurang. Tentu hal ini juga bekerja pada manusia. Satu studi menemukan bahwa orang-orang yang baru saja melakukan hubungan seksual memiliki respon yang lebih baik terhadap situasi yang penuh tekanan, seperti berbicara di depan umum.

8. Seks membuat mengantuk

Seks cenderung membuat pria mengantuk daripada perempuan, dan ilmuwan berpikir mereka tahu mengapa: Bagian otak yang dikenal sebagai korteks prefrontal turun setelah ejakulasi. Kondisi ini, bersamaan dengan pelepasan oksitosin dan serotonin, yang menyebabkan sindrom “berguling dan tertidur”.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Health.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.