Kompas.com - 09/11/2017, 16:48 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menggoreng merupakan salah satu cara memasak yang sangat populer. Minyak goreng yang bermutu sangat memengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan. Untuk itu ketahui cara memilih minyak berkualitas baik dan juga cara menyimpannya.

Ada berbagai jenis dan merek minyak goreng di pasaran, namun secara umum memang sulit dibedakan kualitasnya berdasarkan kemasannya saja.

"Minyak goreng termasuk barang komoditi sehingga tidak bisa dibedakan secara signifikan. Tetapi produk yang premium biasanya memiliki warna lebih terang atau jernih," kata R&D Category Head Sinar Mas Agribusiness and Food, Isti Christianti.

Warna minyak yang jernih dihasilkan dari proses pemurnian (RBD) kelapa sawit menjadi bentuk cair. Proses RBD yang tepat dan optimal mampu mempertahankan kandungan alami dalam buah kelapa sawit, misalnya vitamin A dan E.

Minyak yang sudah dipakai menggoreng berkali-kali tentu akan mengalami kerusakan. Selain warnanya berubah, dari sisi rasa juga menurun. Bukan hanya itu, dari sisi kesehatan minyak yang dipakai berulang juga tidak sehat.

Suhu penyimpanan minyak goreng juga memengaruhi pada tampilan fisiknya. "Kalau disimpan di suhu dingin pasti akan beku. Akan terlihat ada putih-putih di bagian bawah minyak. Itu tidak apa-apa, tinggal dipanaskan saja," ujarnya dalam acara media baking di fasilitas R&D Sinar Mas Agribusiness and Food (9/11/2017) .

Minyak sawit juga sebaiknya tidak disimpan dekat tempat panas atau dalam kulkas. "Simpan dalam wadah tertutup dan harus cepat dihabiskan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minyak sawit biasanya akan mengalami kerusakan karena campuran air atau udara. "Kalau kena air lama-lama akan tengik. Tapi minyak sawit juga kalau sudah dibuka dan tidak dipakai lama-lama juga rusak," katanya.

Selain minyak sawit, PT.Smart, juga memproduksi deep frying fat untuk menggoreng dengan teknik deep-fry. Dengan produk ini, kita bisa menggoreng dalam jumlah besar secara berulang namun kualitas minyaknya tetap terjaga.

"Hasil akhirnya pada makanan berbeda dengan minyak goreng biasa, karena lebih garing di luar, namun bagian dalam makanan tetap lembab," kata Chef James Pasalbessy, Technical Service Manager Savory & Frying Sinar Mas Agribusiness and Food.

Produk deep frying fat tersebut saat ini hanya tersedia untuk skala industri dan kebanyakan dipakai oleh restoran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.