Kompas.com - 10/11/2017, 15:48 WIB
Ilustrasi es kopi AnnaPustynnikovaIlustrasi es kopi
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Penderita refluks asam lambung selalu disarankan menghindari minuman seperti kopi, karena tingkat keasaman yang tinggi. Tapi, ternyata masih ada jenis kopi yang bisa dinikmati orang yang memiliki refluks asam lambung.

"Kopi dingin lebih baik buat penderita asam lambung karena zat yang menyebabkan asam lambung tidak ada atau berkurang, jadi enggak apa-apa, malah bagus," kata dr Annisa Maloveny SpPD saat acara Halodoc, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Asam yang ada dalam es kopi dibandingkan kopi panas lebih rendah, yang akhirnya membuat penderita refluks asam lambung masih bisa menikmati kafein dari secangkir kopi. Sebelumnya diketahui bahwa rata-rata kopi dingin memiliki kadar pH 6,31 yang berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48 — pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam sifat zat tersebut.

Kondisi ini terjadi lantaran air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi akan mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Sementara es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya pun lebih “jinak”.

Baca juga : Alasan Es Kopi Lebih Sehat dari Kopi Panas

Kendati demikian, ada batasan umum yang harus dipatuhi untuk minum kopi. Menurut Annisa, konsumsi kopi orang dewasa tiga sampai dengan empat cangkir setiap hari. Jumlah ini lantaran batas konsumsi kafein harian sekitar 300-400 miligram.

Jika berlebih, kata Annisa, maka beberapa dampak negatif akan muncul, seperti insomnia, inkontinensia urine (buang air kecil yang terus menerus), meningkatnya tekanan darah, masalah menstruasi, dan risiko asam urat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Kesalahan Penggemar Kopi yang Berbahaya Bagi Kesehatan

"Bahkan kelebihan kafein dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan sejumlah permasalahan kesehatan yang lebih serius, seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon cortisol dan yang paling parahnya dapat memengaruhi kesuburan wanita atau bahkan keguguran,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.