Pria Perlu Tahu, 8 Tanda Kadar Testosteron Rendah Halaman 1 - Kompas.com

Pria Perlu Tahu, 8 Tanda Kadar Testosteron Rendah

Kompas.com - 14/11/2017, 07:12 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Testosteron merupakan hormon pria yang sangat penting untuk membangun otot dan mendukung kehidupan seksual.  Tapi, reseptor hormon ini sebenarnya ada di seluruh tubuh Anda, mulai dari otak, tulang hingga pembuluh darah Anda.

Itu sebabnya, jika kadar testosteron Anda rendah, yang terganggu bukan hanya kehidupan seksual, tapi kesehatan secara umum. Menurut ahli endokrin dari University of Washington, Bradley Anawalt M.D, tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui secara pasti berapa kadar hormon ini.

Kadar testosteron sekitar 300 nanogram perdeclilteter (ng/dl) atau lebih rendah dianggap rendah. Untuk mencegah efek dari kadar yang rendah tersebut, sebenarnya bisa diperbaiki dengan terapi testosteron. Sayangnya, sebagian pria tidak menyadari kadar testosteronnya rendah walau sudah mengalami penurunan kualitas hidup.

Berikut ini 8 gejala yang menunjukkan rendahnya kadar testosteron.

1. Melemahnya hasrat seks

Gejala penurunan testosteron yang paling sering dialami dan paling dikenal adalah rendahnya libido. Menurut ahli urologi Philip Werthman, di Los Angeles, hampir setiap pasien yang berkonsultasi dan terdeteksi mengalami penurunan testosteron mengeluhkan rendahnya hasrat seksual.

Selain itu, mereka juga mungkin tidak berminat lagi pada masturbasi dan hanya sedikit memiliki fantasi dan mimpi erotis.

Adam Ramin, ahli bedah urologi dan direktur medis spesialis kanker urologi mengatakan bahwa area otak yang terlibat dengan hasrat seksual, termasuk amigdala (bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi), dipenuhi oleh reseptor testosteron.

Hormon ini berfungsi seperti tombol yang membangkikan gairah seksual. Tanpa itu, Anda kehilangan satu langkah penting dalam kehidupan seks. "Kurangnya keinginan untuk berhubungan seks dapat menyebabkan masalah pada ereksi," kata Ramin.

Baca :6 Langkah Untuk Meningkatkan Gairah Seks

2. Otot menyusut

Testosteron berperan besar dalam pembentukan kondisi anabolik atau membangun otot, dengan cara memproduksi dan merakit protein yang membentuk massa otot.

Werthman menjelaskan bahwa ketika kadar testosteron turun, kondisi tubuh akan berubah menjadi katabolik, menghancurkan jaringan otot dan bukan membangunnya.

Suatu penelitian di Jepang membuktikan bahwa pria dengan kadar testeron rendah berisiko 2-3 kali lipat kehilangan otot seperti yang terjadi saat kita menua.

3. Ukuran penis mengecil

Tanpa aliran testeron yang stabil, jaringan di penis, skrotum, dan testikel akan mengalami atrofi atau mengerut. "Akibatnya, penis mungkin kehilangan panjang dan ketebalannya. Selain itu, buah zakar juga mengalami penyusutan," jelas Ramin.

Terapi penggantian testosteron tidak akan mengembalikan volume testis. Tapi, terapi ini mampu mengembalikan performanya.

Seperti dilansir dari The Indian Journal of Urology, terapi testosteron pada anak laki-laki dengan mikropenis dapat meningkatkan ukurannya hingga satu inci setengah.


Page:
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X