Kompas.com - 14/11/2017, 14:00 WIB
Nyamuk Aedes Aegypti. AFP PHOTO/MARVIN RECINOS Nyamuk Aedes Aegypti.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Perubahan iklim yang semakin hangat, membuat nyamuk semakin "bandel". Salah satunya nyamuk semakin cepat bertelur dan lahir dalam ukuran lebih kecil sehingga butuh lebih banyak darah. Ini berarti, nyamuk pun lebih sering menggigit manusia.

Selain rasa gatal yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk, sebenarnya nyamuk adalah vektor berbagai penyakit menular.

Data dari Kementrian Kesehatan Indoensia, penyakit demam berdarah dengue sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, masih menjadi masalah di berbagai daerah.

Pada tahun 2016, tercatat lebih dari 200.000 orang di 34 provinsi terjangkit DBD dan 1.500 orang meninggal dunia akibat penyakit ini.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, pencegahan gigitan nyamuk juga bisa dilakukan dengan penggunaan obat anti nyamuk. Terlebih, obat antinyamuk generasi terbaru lebih ramah lingungan dan manusia karena tidak membunuh nyamuk, namun hanya membuat nyamuk pingsan.

Diharapkan, selama nyamuk pingsan sampai 24 jam itu, tidak mendapat asupan makanan sehingga akan mati.

Dari kiri ke kanan: Akhil Chandra (Presdir Godrej Indonesia), Lula Kamal (brand ambassador) dan Puneet Kusumbia (Direktur Marketing Godrej Indonesia) berpose pada saat peluncuran HIT Expert.Dok Godrej Indonesia Dari kiri ke kanan: Akhil Chandra (Presdir Godrej Indonesia), Lula Kamal (brand ambassador) dan Puneet Kusumbia (Direktur Marketing Godrej Indonesia) berpose pada saat peluncuran HIT Expert.
Produk obat antinyamuk HIT Expert meluncurkan inovasi terbarunya sebagai solusi nyamuk bandel. Formulasi baru ini diklaim lebih efektif menjangkau nyamuk yang sering bersembunyi di tempat gelap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Nyamuk senang bersembunyi di tempat-tempat gelap dan tidak mudah dijangkau sehingga tanpa disadari mereka menggigit dan menularkan penyakitnya pada kita,” kata Presiden Direktur Godrej Indonesia, Akhil Chandra, dalam acara peluncuran HIT Expert formula baru di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ditambahkan oleh Direktur Marketing Godrej Indonesia, Puneet Kusumbia, HIT Expert memiliki teknologi double nozzle sehingga menghasilkan semprotan formula yang lebih jauh dan merata ke seluruh ruangan.

"Partikel yang dihasilkan juga lebih kecil dan berukuran mikro yang disebut micro-particle sehingga bertahan lebih lama di udara dan membasmi nyamuk lebih baik," kata Kusumbia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.