Kompas.com - 16/11/2017, 10:00 WIB
Ilustrasi suntikan. DAILYMAILIlustrasi suntikan.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Punya otot besar—terutama bisep dan trisep—pasti idaman sebagian besar pria karena tubuh akan terlihat kekar. Tapi, membentuk otot dengan cara instan seperti menyuntikkan syntol alias minyak sintetis tidak dianjurkan.

Pria Rusia bernama Kiril Tereshin (21 tahun) ingin membentuk otot dengan cara praktis, tapi tak lazim. Dia menyuntikkan lengannya dengan synthol, minyak sintetis yang terdiri dari 85 persen minyak trigliserida, 7,5 persen lidokain dan 7,5 persen Benzil alkohol.

Alih-alih terlihat kekar, lengan pria ini justru terlihat seperti karakter film kartun Popeye.

Suntikan zat itu sebenarnya bersifat kosmetik dan sama sekali tidak memberikan benefit apapun, termasuk tak bikin otot jadi kuat. Sebaliknya, synthol menyebabkan otot kian membengkak seperti balon, yang sangat berbahaya.

Seperti yang terlihat pada fotonya, lengan Kirill nampak sedikit mati—dan kondisi itu bisa merusak otot secara permanen.

Studi soal penggunaan synthol dalam binaraga menunjukkan bahwa zat tersebut disuntikkan ke dalam otot untuk memberikan pembesaran tubuh secara langsung, namun bersifat sementara.

 

#????? #????? #?????? #??????? #?????? #60??????????? #?????? #??????? #????? #?????? #?????? #gym #??????? #????? #??????? #????????????? #????????? #?????????? #????????? #???? #???? #????? #?????? #???????????? #???????? #bcaa #???????????? #??????????????? #body #crazy

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A post shared by Kirill Tereshin (@slac_ker_) on Nov 4, 2017 at 12:37am PDT

Beberapa binaragawan menyukai suntikan synthol daripada steroid anabolik, karena synthol tidak disertai dengan efek samping yang terkait dengan steroid. Kendati demikian, penggunaan synthol juga memiliki efek fatal, yakni dapat menghancurkan otot dan bersifat jangka panjang—termasuk kerusakan otot permanen, fibrosis otot, serta serta membuat otot luka.

Salah satu kasus yang pernah terjadi pada seorang binaragawan berusia 29 tahun yang menyuntikkan synthol ke bisep kanannya. Lima tahun kemudian, dia datang ke dokter karena bisep kanannya terasa sakit dan rusak. Dokter menemukan bahwa bisepnya tidak hanya rusak, tapi ada fibrosis otot—sebuah kondisi di mana otot mengembangkan jaringan bekas luka, bukan otot.

 

Synthol Gainz???????? - @bodybuilding @bodybuilding #musclenation

A post shared by Bodybuilding Motivation (@instagrambodybuilding) on Nov 10, 2017 at 9:16am PST

Kasus lain karena penggunaan synthol juga terjadi pada seorang binaragawan berusia 45 tahun, yang memiliki semacam benjolan di kedua lengannya setelah beberapa tahun pemakaian zat tersebut.

Lengannya disebut berada dalam kondisi ”tak mungkin berubah dan rusak.” Lengan kanannya merespons pengobatan dari antibiotik, tapi lengan kirinya membutuhkan operasi.

Oleh karena itu, penting untuk dicatat bahwa synthol sama sekali tidak membuat otot menjadi kuat, melainkan hanya seperti balon.

Nah, kalau ingin membentuk otot, hindari menyuntikkan zat tersebut. Lebih baik berolahraga, yang memang dirancang untuk membuat otot bisep dan trisep kuat, dan pastinya tidak akan membuat Anda dilarikan ke rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.