Kompas.com - 16/11/2017, 14:00 WIB

KOMPAS.com — Khitan wajib hukumnya bagi anak laki-laki beragama Islam. Pada anak berkebutuhan khusus, menunaikan kewajiban penting bagi umat Muslim ini bukan perkara mudah.

Pada umumnya anak berkebutuhan khusus, terutama penyandang autisme atau ADHD (gangguan perilaku dan pemusatan perhatian), tidak bisa diminta tenang.

Padahal, jika anak terus bergerak, risikonya sangat berbahaya. "Bisa saja nanti penisnya tergores gunting atau pisau karena anak berontak dan tidak tenang," kata dr Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, pendiri Rumah Sunatan.

Dia menjelaskan, Rumah Sunatan sebagai jaringan klinik khitan yang memiliki 40 cabang sudah memiliki pengalaman menangani anak berkebutuhan khusus.

"Anak berkebutuhan khusus yang tidak bisa tenang harus diberi sedasi atau obat tidur sehingga mereka mengantuk dan bisa tenang saat akan diberi anestesi," kata Mahdian.

Selain itu, walau saat ini berkembang teknik sunat menggunakan klem yang memiliki banyak keunggulan, metode ini tidak cocok untuk anak autisme.

Pada metode klem, kulup penis akan dijepit dengan suatu alat sekali pakai, kemudian dipotong dengan pisau bedah. Metode ini tidak membutuhkan jahitan, tetapi klem harus terus menempel di penis sekitar satu minggu.

"Anak autisme biasanya tidak bisa melihat benda-benda asing. Kalau dia melihat klem pada penisnya bisa langsung ditarik," ujarnya.

Menurut dia, sudah banyak ditemui kasus anak autis yang menarik klemnya sampai copot.

"Untuk itu metode sunatnya harus dengan cara konvensional yang dijahit. Kalau hanya perbannya yang copot, kan, tidak masalah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.