Waktu yang Tepat untuk Mengganti Program Olahraga Halaman all - Kompas.com

Waktu yang Tepat untuk Mengganti Program Olahraga

Kompas.com - 17/11/2017, 08:55 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Apakah tujuan Anda ingin selalu bugar dan berenergi, membentuk otot, atau pun memperbaiki daya tahan tubuh, semua orang pasti tahu bahwa kunci utamanya adalah olahraga secara teratur.

Namun, jika kita sudah disiplin mengikuti regime latihan yang disusun, seharusnya target tersebut bisa dicapai. Sayangnya, belum tentu. Tidak semua jenis latihan bisa membantu kita mencapai tujuan yang diiingkan.

"Terlalu banyak stres, pola yang berulang, dan kurang istirahat, bisa menghalangi kemajuan kita," kata penasihat olahraga di majalah Men's Health, David Jack.

Olahraga yang kurang konsisten dan juga tekanan yang sedikit juga memberi hasil yang sama. Nah, sebenarnya mudah untuk mengetahui bahwa program olahraga kita kurang tepat. Tubuh akan memberi tahu kapan saatnya untuk mengganti jenis latihan atau melanjutkan.

Inilah 6 tanda Anda perlu mengganti jenis latihan olahraga.

1. Bosan dengan jenis olahraga yang dilakukan

Bila Anda melakukan olahraga yang sama, pada waktu yang sama, dengan urutan yang tak berubah, pasti pada akhirnya akan bosan.

Rasa bosan tersebut bisa menghilangkan minat berolahraga. Maka tak heran jika baru tiga bulan bergabung di sebuah gym, kita pun berhenti. Sebenarnya perlu juga dievaluasi mengapa motivasi kita mudah menguap.

"Jika seseorang bosan dengan olahraga mereka, mungkin karena mereka tidak punya tujuan atau imbalan yang jelas," jelas pelatih Tony Gentilcore, pemilik CORE di Boston, Amerika.

Ia menyarankan agar kita menerapkan tujuan yang jelas, misalnya berlatih sepeda untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah.

2. Sering pegal dan nyeri

Rasa sakit yang luar biasa di daerah otot setelah berolahraga adalah pertanda ada sesuatu yang tidak beres. David Jack mengatakan, jika rasa sakit ini mulai muncul saat melakukan gerakan tertentu, ini bisa menjadi pertanda Anda telah mencapai ambang batas dalam berolahraga.

"Gerakan berulang dalam satu pola dapat mengakibatkan luka pada jaringan lunak. Ini dapat terjadi semisal saat Anda melakukan angkat beban berlebihan, maka akan muncul rasa sakit pada bagian bahu," papar Jack.

Bila seseorang terus-menerus merasa sakit, entah itu setelah melakukan Crossfit, berlari, atau powerlifting - ini adalah pertanda bahwa gerakan yang dilakukan berlebihan.

3. Terlalu menguras energi

Olahraga seharusnya memberi lebih banyak energi. Bukan malah membuat Anda merasa lelah. Bila kita merasa harus memaksakan diri untuk datang berlatih, mungkin memang ini saatnya berganti jenis olahraga.

"Idealnya seseorang meninggalkan gym dalam keadaan segar dan merasa ingin kembali lagi," kata Gentilcore.

Melakukan gerakan yang itu-itu saja saat olahraga jarang menimbulkan kemajuan yang konsisten. Ini juga memengaruhi kemampuan tubuh memulih diri, apalagi bisa membuat semangat hilang.

Cobalah untuk istirahat sejenak dari olahraga yang Anda tekuni. Jadwalkan hari tertentu untuk melakukan aktivitas olahraga berbeda. Anda bisa mencoba berenang, yoga, atau latihan angkat beban.

 

Ilustrasi olahraga bersamaRawpixel Ltd Ilustrasi olahraga bersama
4. Tidak ada perubahan bagi tubuh

Setelah teratur berolahraga selama beberapa waktu, periksa apakah ada perubahan dengan tubuh saat bercermin. Jika tidak menemukan apa pun, evaluasi apakah target dan harapan Anda realistis.

Perlu disadari pula bahwa selain olahraga, Anda juga harus menjaga pola makan untuk mencapai tujuan.

Namun jika Anda tidak mendapatkan manfaat apapun, kemungkinan memang usahanya kurang keras atau sebaliknya, 'overtraining'.

Alasan lain adalah kita tidak mengetahui kelemahan otot yang dimiliki. Katakanlah Anda memiliki kelemahan pada bagian belakang tubuh. Bila kita kurang memberi porsi latihan pada otot dan paha belakang, maka ini jadi penghambat latihan saat ingin membentuk area punggung bawah dan pinggul.

Jika Anda melihat ketidakseimbangan ini, Anda harus melakukan kombinasi gerakan dalam olahraga yang Anda lakukan.

5. Hilangnya tenaga

Tidak ada yang lebih buruk ketika berolahraga keras di Gym tetapi kita malah kehilangan tenaga. Jika Anda berolahraga untuk menurunkan berat badan, sebaiknya kita meningkatkan kualitas latihan, bukan kuantitas.

Rasa lemas setelah berolahraga juga menjadi tanda kita berlatih berlebihan dan kurang memberi tubuh waktu istirahat untuk memulihkan diri.

6. Berolahraga tanpa istirahat

Jika Anda melakukan jenis olahraga yang sama dan butuh durasi waktu yang panjang, berarti sudah waktunya untuk menggantinya dengan olahraga baru. Inilah saatnya melakukan perubahan. Kita tidak bisa melakukan gerakan yang sama berulang-ulang dalam waktu tertentu, butuh perubahan agar hasilnya kelihatan.

Cobalah olahraga atau kelas yang sama sekali berbeda. Misalnya, Anda bisa mencoba spin atau bootcamp jika memang tidak ingin beralih dari olahraga yang membentuk kekuatan otot.

 

 

 


Page:
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X