Kompas.com - 21/11/2017, 07:30 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal Medical Science Monitor melaporkan, tidur selama enam jam atau kurang membuat sperma menjadi lebih buruk.

Kondisi yang sama dialami oleh mereka yang tidur selama lebih dari sembilan jam.

Waktu tidur yang terlambat, atau pun kualitas istirahat yang tidak memadai berbahaya, karena meningkatkan kadar antibodi anti-sperma.

Antibodi anti-sperma adalah sejenis protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang berdampak menghancurkan sperma sehat.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan sebelumnya telah mengungkapkan, pria yang tidur enam jam semalam menghasilkan jumlah sperma 25 persen lebih rendah daripada yang tidur selama delapan jam penuh.

Baca juga : Fakultas Kedokteran UI Bantah Cari Donor Sperma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.