Kompas.com - 21/11/2017, 18:46 WIB
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepribadian serta karakter anak salah satunya ditentukan oleh pola asuh ayah. Selain sebagai sosok yang mencari nafkah, ayah juga sebaiknya terlibat mengasuh anak.

Irwan Rinaldi, pendiri Lembaga Ayah Untuk Semua, mengatakan ada tiga pekerjaan yang harus dilakukan ayah di rumah. Pekerjaan pertama adalah mencintai. Irwan mencontohkan bahwa disiplin harus didasari dari mencintai.

"Misalnya, bila ia berkata 'Nak ayah kurang setuju kamu pergi ke sana'. Mengucapkan itu harus didasarkan karena mencintai," kata Irwan saat Daily Fathering Session di pameran foto Ini Ayah Hebatku, Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Salah satu manfaat yang didapatkan adalah membuat anak taat bila ungkapan tersebut didasarkan oleh cinta. Selain itu, dia meminta agar mencintai istri dan anak sepenuh hati.

"Cintai ibunya anak-anak sebelum anak-anaknya. Kemudian cintai anak-anak apa adanya," ujar Irwan.

Pekerjaan kedua adalah melatih sang anak. Irwan mengatakan setiap ayah sudah dipilih untuk menjadi pelatih bagi anak. Oleh karena itu, bila ada kesalahan, maka itu pasti karena sang pelatih.

Dia pun mengatakan karena ayah berstatus sebagai pelatih, maka pelatihan sebisa mungkin tak dialihkan kepada pihak lain, seperti pengasuh.

"Kalau diberikan ke orang lain, kita enggak akan tahu tahap perkembangan anak," ujarnya.

Pekerjaan ketiga adalah menjadi teladan. Untuk menjadi teladan, perlu konsisten dan komitmen. Dengan kata lain ayah harus terlibat dan terikat, sehingga menjadi teladan luar biasa.

"Misalnya gini, ayah akan jadi teladan kalau konsisten dan komitmen menyapa. Walaupun kita enggak bawa apa-apa saat pulang ke rumah, tapi selalu menyapa anak-anak, atau saat anak bicara, kita letakan ponsel, itu sudah bisa menjadi teladan," ujarnya.

Bila ketiga pekerjaan itu dilakukan, Irwan mengatakan anak akan terhindari dari istilah 'father hunger'--kondisi di mana anak haus akan kasih sayang ayah. Situasi ini tentu akan membuat masalah kompleks bagi kepribadian dan karakter anak.

"Anak bisa jadi tak dapat menentukan sikap, sensitif, dan tidak bisa melakukan apa-apa saat menemukan situasi buntu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.