Banyak Wanita Tak Puas, Adakah Bentuk Vagina yang Normal?

Kompas.com - 21/11/2017, 19:53 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - American Society of Plastic Surgeons mengungkapkan data yang mencengangkan. Sebab, banyak perempuan yang tidak puas dengan bentuk vagina mereka.

Padahal, rasa tidak puas itu diduga muncul karena pemahaman yang salah mengenai bentuk vagina yang normal.

Film-film dan material porno, serta media cenderung menyajikan wanita dengan vagina dengan labia yang terselip rapi. Padahal, kondisi tersebut ini sebenarnya bukan jenis vagina yang umum.

Dokter online Superdrug yang dikutip laman Daily Star mengungkap, tiap vagina memiliki dua set bibir atau labia, bagian luar dan dalam.

Baca juga : Kasus Langka, Seorang Perempuan Terlahir Tanpa Vagina

Bentuk bibir vagina tersebut amat bervariasi antar manusia, sehingga tidak ada yang kategori 'normal' atau 'tidak normal'.

Wanita mencari majalah, lukisan, film, dan tentunya materi melalui internet untuk mencoba dan mencari tahu apakah vagina mereka 'normal'. 

Sementara, bentuk vagina teramat bervariasi dan semuanya normal.

Bentuk vagina dengan labia yang lebih panjang, berkulit lebih gelap, dan bentuk sedikit lebih melar, kerap ditakutkan banyak wanita. Padahal, sebenarnya itu adalah bentuk vagina yang sangat alami.

Baca juga : Kama Sutra Satwa: Kisah Pakar Penis dan Vagina Ungkap Seks Lumba-lumba

Demi mengetahui tingkat ketidaknyamanan wanita atas vagina mereka, digelar sebuah survei dengan melibatkan lebih dari 10.000 wanita.

Para perempuan itu mengambil bagian dalam jajak pendapat tertutup, dan memberi jawaban yang amat mengejutkan.

Ada 36 persen responden yang mengaku membenci penampilan vagina mereka. Umumnya, mereka merasa vaginanya jelek dan terlalu kendur. 

Lantas, 26 persen mengatakan, mereka hanya menyukai tampilan vagina mereka setelah di-wax.

Sementara, ada38 persen perempuan mengatakan, mereka senang dengan penampilan vagina mereka. 

Bagaimana dengan Anda?

Baca juga : Selain Menstruasi, 8 Hal Ini Sebabkan Perdarahan dari Vagina



EditorGlori K. Wadrianto

Close Ads X