Ayah yang Hebat Harus Juara dalam 3 Hal, Sudahkah Anda? - Kompas.com

Ayah yang Hebat Harus Juara dalam 3 Hal, Sudahkah Anda?

Kompas.com - 21/11/2017, 20:04 WIB
Salah satu koleksi di pameran foto Ini Ayah Hebatku di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (21/11/2017).KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Salah satu koleksi di pameran foto Ini Ayah Hebatku di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (21/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi ayah hebat perlu menjadi seorang juara, setidaknya dalam tiga hal.

Irwan Rinaldi, pendiri Lembaga Ayah untuk Semua, mengatakan seorang ayah harus menjadi juara untuk diri sendiri.

"Ayah yang hebat harus sudah selesai mengatasi dirinya. Kalau dia enggak bisa atasi dirinya, dia jadi looser," ujarnya.

Irwan mengungkapkan hal itu saat Daily Fathering Session di pameran foto "Ini Ayah Hebatku", di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Baca juga : Awas, Kesehatan Mental Ayah Berdampak Panjang pada Anak

Bila seorang ayah kalah dengan dirinya sendiri, maka anak akan meniru perilaku buruk tersebut.

Semasa kecil mungkin sang anak hanya diam, tapi di masa dewasa nanti akan kembali teringat perilaku-perilaku buruk sang ayah, dan dijadikan sebagai pembenaran untuk ditiru.

Selanjutnya, setelah menjadi juara bagi diri sendiri, ayah pun harus menjadi juara bagi pasangan.

Ayah merupakan tiang bagi istri. Seorang ayah pula yang berada paling depan untuk mengatasi semua persoalan pasangan.

Baca juga : Ayah Ini Tidak Boleh Sumbangkan Ginjal untuk Anaknya

"Gimana caranya? Mulai memahami pasangan, semakin lama memahami, semakin bisa selesaikan masalah," kata Irwan.

Juara terakhir adalah bagi anak-anak. Ayah perlu mencintai anak apa adanya.

Sebab, menurut Irwan, tak sedikit ayah merasa kecewa dengan bentuk fisik anak, sehingga membuatnya tak mencintai anak.

Akhirnya, saat mengasuh dan membentuk anak, sang ayah melakukannya dengan cara yang tak maksimal.

Demi menjadi juara bagi anak, ayah juga perlu memenuhi kebutuhan dasar anak yakni dihormati, dicintai, disayangi, dan dihargai.

"Kebutuhan dasar ini tidak bisa didiskon saat anak minta, harus dituruti. Bagaimana caranya? Saat pulang dari kantor, kita enggak bisa bilang capek, harus turuti bila anak ingin disayang atau dipeluk," kata dia.

Baca juga : 3 Pekerjaan yang Harus Dilakukan Ayah di Rumah


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya


Close Ads X