Kompas.com - 22/11/2017, 10:49 WIB
Ilustrasi menstruasi. shutterstockIlustrasi menstruasi.
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Premenstrual syndrome (PMS) adalah hal yang selama ini diyakini terjadi pada beberapa wanita. Mereka yang mengalaminya mengaku merasa tidak nyaman di perut, suasana hatinya menjadi buruk, sakit di dada, dan tidak bergairah.

Satu dari 20 wanita yang mengalami PMS mengalami situasi yang cukup berat sehingga membuat mereka tidak bisa mengerjakan tugas sehari-hari dengan baik.

Namun, seorang psikolog wanita, Robyn Stein DeLuca, mengklaim bahwa itu semua mitos. Ia berpendapat bahwa PMS adalah alasan wanita modern untuk mengatur hidup mereka.

DeLuca percaya bahwa para wanita di seluruh dunia telah ditipu oleh buku, majalah, dan komunitas medis yang memberi pemahaman salah mengenai PMS dan gejala-gejalanya.

"Kita kemudian mengamini gagasan bahwa ada yang salah pada tubuh kita saat datang bulan," paparnya.

Padahal menurut Robyn Stein DeLuca gejala seperti kram, kembung dan perasaan tertekan saat PMS inilah sebenarnya tanda bahwa mereka terlalu memaksakan tubuhnya sendiri.

"Namun dengan dalih PMS, wanita bisa mencari alasan untuk istirahat," tulisnya dalam buku The Hormone Myth: How Junk Science, Gender Politics And Lies About PMS Keep Women Down.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walau Robyn Stein DeLuca mengakui bahwa hormon dapat mempengaruhi suasana hati wanita, tapi menurutnya tidak akan sampai menimbulkan gangguan seperti yang selama ini dipercaya.

Pendapat DeLuca itu ditentang oleh Joyce Harper, profesor kesehatan wanita di UCL. "Perubahan hormonal mengubah suasana hati seseorang, dan itu bukan mitos," ujarnya.

"Sekitar 95 persen perempuan pernah mengalami PMS pada suatu waktu. Saya tidak sepakat bahwa itu hanya alasan untuk mengeluh. Kita tidak menciptakan PMS," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.