Kompas.com - 23/11/2017, 06:30 WIB
Toko mainan Early Learning Centre (ELC) di Mal Grand Indonesia, Jakarta. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAToko mainan Early Learning Centre (ELC) di Mal Grand Indonesia, Jakarta.
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengajak keluarga ke mal merupakan salah satu cara melepas penat.

Sayangnya, orangtua seringkali larut berbelanja yamg akhirnya melupakan anak mereka yang masih balita.

Tak sedikit yang berpikir dengan menempatkan anak di kereta dorong dan diberikan mainan, maka selesai masalah.

"Kalau anak lebih tertarik dengan lingkungan sekitar, dan ibunya sedang memilih baju, gimana?"

Baca juga : Ingat, Tak Ada Batas Waktu untuk Bermain dengan Anak

Pertanyaan itu dilontarkan dr Markus M Danusantoso, Early Learning Centre (ELC) Child Development Specialist saat peluncuran mainan liburan di ELC Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Markus mengatakan, sebagian anak memang bisa senang dengan mainannya, saat sang ibu berbelanja. Namun, tak sedikit juga yang merasa sebaliknya.

Ada anak-anak merasa tidak tenang karena ibunya tidak memerhatikan, dan jauh.

Apalagi anak-anak di usia enam bulan yang kerap takut saat berdekatan dengan orang asing.

"Kalau tempat sendirian oke (diberikan mainan), tetapi kalau tempat mal mungkin enggak oke," kata Markus.

Maka, bila memang ingin memberikan mainan, pastikan posisi orangtua tidak berjauhan dengan anak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.