Kompas.com - 27/11/2017, 16:30 WIB
Ilustrasi gula chokjaIlustrasi gula
EditorGlori K. Wadrianto

Dia memandang, meskipun ini merupakan temuan monumental bagi tim peneliti, tapi ini bukan terobosan medis.

Menurut dia, temuan ini juga belum mampu membuktikan bahwa mengonsumsi makanan rendah gula bisa mengubah diagnosis kanker.

"Temuan ini tidak cukup untuk mengidentifikasi penyebab utama efek Warburg," kata Thevelein dalam sebuah rilis.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah penyebab utama ini juga berkembang pada sel ragi," sambungnya.

Victoria Stevens, seorang peneliti kanker dengan American Cancer Society yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai hasil riset ini sangat bagus.

Namun, sambung Stevens, riset ini masih hanya berkutat pada satu produk yang dihasilkan dalam proses pencernaan glukosa untuk menghasilkan energi.

"Dengan kata lain, ini adalah langkah kecil dalam proses yang panjang," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka menyediakan cara yang potensial (efek Warburg) bisa menjadi penyebab kanker, tapi mereka (masih) jauh dari kesimpulan untuk mengatakan ini benar-benar bisa terjadi," kata Stevens lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.