BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Philips

Kata Peneliti, "Homemade Food' Bikin Anak Tak Lagi Pilih-pilih Makanan

Kompas.com - 28/11/2017, 12:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorDimas Wahyu

KOMPAS.com – Setelah melewati 6 bulan pertamanya dengan hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI), bayi mulai dibiasakan untuk mengonsumsi makanan lain, atau yang lebih dikenal dengan makanan pendamping ASI ( MPASI).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orangtua untuk memberikan makanan yang bervariasi, seperti daging, ayam, ikan, telur, buah, serta sayuran kepada anak di usia ini.

Alih-alih Anda lebih memilih untuk membeli makanan yang sudah jadi daripada membuatnya sendiri, fakta ini mungkin bisa Anda pertimbangkan lagi.

Hasil studi yang dipublikasikan pada awal tahun ini oleh peneliti dari University Health Centre and the Montreal Children’s Hospital menunjukkan bahwa anak yang sejak dini dibiasakan mengonsumsi masakan rumah (homemade food) cenderung menyukai hampir semua jenis makanan.

Memasak menu makanan sendiri untuk si kecil memungkinkan para ibu untuk terus bereksplorasi dengan berbagai varian makanan. Setiap hari, Anda akan memilih bahan yang berbeda agar buah hati tak mudah bosan.

Ilustrasi makanan bayi.Shutterstock Ilustrasi makanan bayi.

Memang, bayi dan anak-anak cenderung pemilih untuk urusan makan. Di sinilah, kreativitas Anda diuji. Anda akan mengombinasikan berbagai bahan makanan agar diterima di lidah si kecil. Namun, tentunya dengan kandungan gizi yang tetap terjaga.

Dengan dibiasakan mengonsumsi banyak varian makanan sejak bayi, tentu si kecil tak lagi pilah-pilih makanan pada kemudian hari. Segala rasa dan tekstur makanan sudah familier dikecapnya.

Dikutip dari Reuters, Jumat (24/2/2017), penelitian tersebut kemudian mendapati bahwa bayi yang mengonsumsi homemade food memiliki berat badan yang tetap terjaga normal. Wajar saja, sebab kandungan gizi masakan buatan rumah akan terus dijaga. Di sisi lain, makanan yang sudah jadi cenderung mengandung sodium dan gula yang tinggi.

Homemade food mencegah anak-anak mengalami obesitas dan penyakit kronis akibat pola makan yang salah,” ujar peneliti, dr Elise Mok, dari Research Institute di McGill University Health Center dan Montreal Children's Hospital.

Malas memasak

Meski memiliki sejumlah manfaat, nyatanya memasak masakan sendiri masih menjadi hal yang dihindari banyak perempuan. Tiga alasan utama yang membuat seseorang enggan memasak sendiri di rumah di antaranya tak punya motivasi, tak punya ilmu, dan sibuk atau malas.

Dalam sebuah kesempatan, Chef Arnold Poernomo menuturkan bahwa ketiga hal ini sesungguhnya bisa disiasati.

"Kalau saya, saya akan coba memasak masakan yang saya suka," katanya seperti dikutip Antara, Rabu (5/3/2014). Hal ini akan memotivasi diri sendiri sehingga akhirnya perempuan mau terjun ke dapur.

Nah, dalam hal ini, kesehatan dan tumbuh kembang anak juga bisa memunculkan motivasi kuat dalam diri sang ibu. Seorang ibu biasanya akan melakukan apa pun demi buah hatinya, apalagi dalam hal menjaga kesehatan.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Selanjutnya, jika merasa tak punya ilmu dan tak pandai memasak, kemajuan teknologi di zaman now bisa dimanfaatkan untuk mengatasi hal ini.

"Kalau tidak tahu resep satu masakan, cobalah cari lewat internet atau buku-buku resep," saran Chef Arnold. Bagi Arnold, semua orang pada dasarnya bisa memasak jika ada kemauan untuk melakukannya.

Jika motivasi dan panduan memasak sudah siap, tinggal meluangkan waktu dan mengusir rasa malas. Tak bisa dimungkiri, memasak adalah proses yang panjang. Mulai dari menyiapkan peralatan dan bahan, hingga membereskan dan membersihkannya.

Apalagi bagi seorang ibu, waktu seakan begitu singkat karena ada begitu banyak hal yang harus diurusi, terlebih bagi ibu yang juga bekerja.

Meski demikian, hal ini bukan lagi menjadi alasan untuk tidak membuatkan homemade food bagi buah hati Anda dan malah memilih makanan siap saji.

Sebab, Anda bisa menyiapkan menu sederhana yang sering direkomendasikan lewat media sosial. Coba saja ketik pencarian “10 minutes cook” atau kata kunci lainnya. Anda akan dengan mudah menemukan berbagai resep yang bisa dibuat tanpa memakan banyak waktu.

Selain itu, siapkan pula peralatan dapur atau memasak (kitchen appliances) yang sesuai dan mendukung aktivitas memasak Anda.

Misalnya, produk premium peralatan inovasi dapur terbaru dari Philips, yakni Slow Juicer HR1889 yang dapat mengekstrak sari nutrisi dari buah dan sayur lebih banyak serta Airfyer HD9623—penggoreng tanpa/sedikit minyak sehingga gorengan lebih sehat karena lemak berkurang hingga 80 persen dan aman untuk penderita kolesterol.

Selain itu, ada pula Noodle Pasta Maker HR2332 (saat ini tersedia di Best Denki) yang dapat mengkreasikan 450 gram pasta atau mi hanya dalam waktu 18 menit dengan varian cetak adonan dalam bentuk mi, fettucini, penne, dan lasagna.

Produk lainnya adalah Bread Maker HD9045 yang dapat membuat 14 pilihan menu, mulai dari memanggang roti, adonan piza, hingga membuat selai. Cukup dengan memasukkan bahan-bahan mentah, dalam waktu dua jam, roti yang fresh siap dihidangkan. Sebagai informasi, Anda bisa mengeklik di sini.

Dengan begitu, memasak tak lagi ribet dan memakan banyak waktu. Kesehatan si kecil pun tetap terjaga dengan asupan nutrisi yang seimbang.

So, happy cooking ya, moms!


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya