Kompas.com - 28/11/2017, 21:59 WIB
Aktris asal Amerika Serikat Meghan Markle muncul di Sunken Garden, Istana Kensington, London, Inggris, Senin (27/11/2017). (AFP/Daniel Leal-Olivas)
Aktris asal Amerika Serikat Meghan Markle muncul di Sunken Garden, Istana Kensington, London, Inggris, Senin (27/11/2017). (AFP/Daniel Leal-Olivas)

Di media sosial, Meghan memiliki 1,9 juta follower di Instagram dan lebih dari 350.000 pengikut Twitter.

Meghan juga menjadi Duta Besar Global untuk World Vision Canada, yang berkampanye untuk pendidikan, makanan dan perawatan kesehatan yang lebih baik untuk anak-anak di seluruh dunia.

Sebagai bagian dari tugasnya, aktris tersebut pergi ke Rwanda untuk kampanya air bersih. Dia juga dikenal sering mengkampanyekan kesetaraan gender.

Saat berusia 11 tahun, Meghan menulis surat kepada Ibu Negara Hillary Clinton dan tokoh-tokoh terkenal lainnya karena mengeluhkan sebuah iklan sabun.

Meghan muda saat itu mengeluhkan bahwa iklan tersebut menggambarkan seolah-olah tempat wanita hanya berada di dapur. Iklan tersebut pada akhirnya diganti.

Komitmen Meghan terhadap kesetaraan membuatnya tampil di acara PBB. Tepuk tangan meriah dari penonton dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mewarnai pidatonya yang dibuat pada Hari perempuan Internasional 2015.

"Sementara hidupku bergeser dari tempat-tempat pengungsian ke karpet merah, aku memilih keduanya karena dunia ini sebenarnya bisa hidup berdampingan," ujar calon istri Pangeran Harry tersebut.

Latar belakang kedua orang tuanya membuat Meghan mengalami rasisma di masa kecilnya. Ayahnya adalah seorang berkulit putih dan ibunya adalah campuran Afrika-Amerika. Selain itu, salah satu surat kabar melabelinya sebagai "hampir seputih kapas".

Keluarga kerajaan pun langsung menyampaikan sebuah pernyataan kecaman atas komentar tersebut yang dianggap "rasis" dan "seksis" tersebut.

Dilansir dari majalah Elle, Meghan mengungkapkan bahwa dirinya bangga dengan darah campuran yang diwariskan keluarganya.

"Meskipun ini telah membuat identitas diri saya 'abu-abu', mereka telah menjaga saya dengan segenap jiwa dan tenaga. Saya datang untuk memeluk keluarga saya," paparnya.

"Saya bangga mengatkan siapa saya dan berbagi dari mana saya berasal. Ini untuk menyuarakan kebanggaan saya sebagai wanita ras campuran yang kuat dan percaya diri," tambahnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.