Kompas.com - 29/11/2017, 17:06 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
EditorGlori K. Wadrianto

5. Patah hati traumatis

Masa berpacaran yang panjang, dan berakhir dengan perpisahan karena pengkhianatan, atau ketiadaan restu orangtua, mendatangkan efek traumatis mendalam. 

Biasanya, perempuan yang ada dalam posisi ini mengalami kesulitan untuk membuka hati, dan lalu memilih untuk hidup melajang. 

6. Merawat orangtua

Bagi banyak perempuan lajang, kewajiban untuk merawat orangtua yang kian renta, menjadi rintangan dalam perjalanan membangun rumah tangga.

Ide untuk meninggalkan orangtua yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga besar, membuat perempuan menjadi merasa bersalah. Akhirnya, mereka memilih untuk hidup tanpa menikah

7. Korban pelecehan seksual

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wanita yang menjadi korban pelecehan seksual mungkin memilih untuk menjauhkan diri dari pria, dan berujung pada hidup melajang. 

8. Sinisme dan ketidakpercayaan

Ketika seorang gadis melihat pengalaman buruk yang dialami wanita yang berpengaruh dalam hidupnya saat berumahtangga, maka dia akan langsung menyimpulkan arti pernikahan.

Halaman:


Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.