5 Perilaku Seks yang Membahayakan Vagina

Kompas.com - 29/11/2017, 21:14 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Vagina merupakan bagian tubuh super sensitif yang bisa memberikan banyak kepuasan saat bercinta. Namun, sering kali kita tidak tahu kalau ada beberapa hal yang dapat membahayakan vagina.

Kesehatan organ intim wanita  berpengaruh pada banyak hal, antara lain kesuburan, kehidupan seks dan kemampuan wanita dalam mencapai orgasme. Masalah yang terjadi pada organ intim bisa mendatangkan penyakit, juga memengaruhi kehidupan sosial, seperti kehilangan rasa percaya diri dan stres.

Sekilas, vagina hanya tampak seperti organ kecil yang mudah dirawat. Namun, bila dilihat lebih jauh, vagina berhubungan langsung dengan leher rahim dan rahim. Organ ini lebih kompleks atau rumit dibandingkan kelihatannya. Oleh karena itu, perawatan harus dilakukan dengan tepat.

Namun ada beberapa hal yang sering dilakukan wanita saat bercinta, yang tanpa sadar ternyata bisa membahayakan vagina. Apa sajakah itu?

1. Menyemprotkan pewangi atau parfum pada vagina

Ada sebagian wanita yang menyemprotkan parfum atau pewangi pada vaginanya. Bahkan ada juga yang menaburkan bedak pada vagina. Hal ini bertujuan untuk membuat wangi organ intim agar pasangan menyukainya saat berhubungan intim.

Meskipun bisa bikin wangi, tapi kandungan bahan kimia beberapa produk dapat memicu iritasi yang membuat vagina terasa panas.

Vagina tidak perlu sewangi bunga. Cukup jaga kadar pH agar seimbang dan bersihkan dengan wajar menggunakan air bersih, atau bila perlu dengan pembersih khusus kewanitaan yang mengandung povidone-iodine untuk mengusir bakteri dan parasit penyebab infeksi vagina dan bau tak sedap.

2. Menggunakan baby oil sebagai pelumas

Saat vagina kurang cairan atau “seret” ketika bercinta dengan pasangan, jangan sekali-kali gunakan baby oil sebagai pelumas. Hal ini malah akan menimbulkan masalah baru pada organ intim. Baby oil akan menimbulkan iritasi pada vagina.

Sama halnya dengan kulit yang terluka, vagina yang terluka atau iritasi akan mengeluarkan cairan yang malah bisa menimbulkan bakteri datang. Bahan dasar minyak pada baby oil cenderung kental dan tidak mudah dibersihkan dengan air. Hal ini membuat baby oil terjebak dalam saluran vagina yang membuat bakteri terperangkap hingga menyebabkan infeksi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X