Priaprisme, Kelainan Penis hingga Ereksi Berjam-jam - Kompas.com

Priaprisme, Kelainan Penis hingga Ereksi Berjam-jam

Kompas.com - 04/12/2017, 10:44 WIB
.THINKSTOCK .

KOMPAS.com - Mengalami masalah dengan penis tidak hanya mempengaruhi performa seksual pria, tapi juga kesuburan dan kesehatan secara umum.

Mengetahui berbagai gangguan penis akan memberdayakan pria dengan pengetahuan tentang cara menghindari, dan mencari pilihan pengobatan terbaik.

Salah satu kelainan penis yang umum dikenal adalah priaprisme.

Priaprisme adalah kondisi di mana penis ereksi tegak selama lebih dari empat jam, meski tanpa adanya rangsangan seksual.

Ereksi pun bisa disertai rasa sakit, dan kekakuan yang ekstrim.

Baca juga: Hei Lelaki, Pahamilah Penyebab dan Gejala Disfungsi Ereksi

Kondisi ini merupakan keadaan yang masuk kategori darurat medis, dan harus segera mendapat perawatan medis.

Lantas, apa penyebab kelainan semacam ini?

Pemicu priaprisme antara lain adalah penyalahgunaan alkohol dan narkoba. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat antidepresan dan tekanan darah tertentu.

Bisa pula terjadi karena pemberian anestesi, atau sebagai komplikasi dari kondisi medis, seperti leukemia, masalah pada sumsum tulang belakang, atau akibat cedera kelamin.

Priaprisme dapat terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi yang baru lahir. Pada anak-anak kondisi ini biasa ditemukan pada penderita leukimia.

Sel darah putih yang menyumbat atau menghalangi aliran darah dari penis sehingga terjadi priaprisme.

Baca juga : 8 Hal Aneh Penyebab Disfungsi Ereksi

Selain itu, priaprisme pada anak juga bisa disebabkan trauma, baik pada penis ataupun pada daerah di bawah penis, termasuk cedera korda spinalis.

Priaprisme dapat diobati dengan menguras darah dari penis menggunakan jarum suntik, atau dengan pemberian obat untuk mengecilkan pembuluh darah.

Tindakan pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Bila priaprisme disebabkan obat-obatan, maka pemakaian obat harus segera dihentikan.

Bila priaprisme disebabkan kerusakan saraf, maka akan diberikan obat bius melalui spinal.

Sementara, jika penyebabnya adalah karena pembekuan darah, maka dilakukan pembedahan untuk membuang pembekuan darah, atau membuat bypass agar sirkulasi darah ke penis menjadi normal.

Baca juga : Mengapa Ereksi Spontan Terjadi Saat Tidur?


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar
Close Ads X