Kompas.com - 11/12/2017, 08:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - The Goods Dept terus berkembang dan semakin eksis menjadi tempat berbelanja produk lokal dan kreatif di usianya yang ke-7 tahun.

Menurut Founder The Goods Dept, Anton Wirjono, setiap produk yang dijual di setiap toko ini telah dikurasi secara khusus untuk membentuk ciri khas tema tersendiri.

"Kami percaya kurasi itu penting karena kami ingin menghadirkan produk terpilih dengan nilai kreasi dan inovasi berbeda. Kami ingin menawarkan produk terbaik pada konsumen," kata Anton dalam acara jumpa pers di The Goods Dept mal Pacific Place Jakarta, Jumat (8/12).

Ia menambahkan, peluang brand-brand lokal yang kreatif sebenarnya sangat besar, tetapi mereka kurang punya kesempatan untuk bisa masuk mal.

"Strategi kami langsung masuk ke mal kelas A dengan presentasi premium. Tujuannya untuk mengubah kesan barang lokal murahan. Strategi seperti ini cukup efektif," katanya.

The Goods Dept saat ini berada di tiga mal besar di Jakarta, yaitu Pacific Place, Pondok Indah Mal, dan Lotte Shopping Avenue.

Dari kiri ke kanan: Leonard Theosabrata, Cyntia Wirjono, dan Anton Wirjono.Dok The Goods Dept Dari kiri ke kanan: Leonard Theosabrata, Cyntia Wirjono, dan Anton Wirjono.
Leonard Theosabrata yang juga salah satu founder, menjelaskan bahwa saat ini persaingan bisnis ritel semakin ketat dengan munculnya peritel raksasa asing dan perubahan perilaku konsumen.

"Dulu ketika kami membuat The Goods Dept belum ada H&M atau Uniqlo, brand lokal juga belum sebanyak sekarang. Leisure ekonomi sendiri ikut mengubah peta retail karena konsumen jadi semakin pintar," kata Leo.

Untuk itu, imbuh Leo, setiap brand yang dipilih bukan hanya kreatif, tetapi juga memiliki cerita di balik produknya karena itu yang dicari konsumen The Goods Dept yang kebanyakan adalah generasi milenial.

"Jadi bukan cuma menjual barang, tapi ada misi sosialnya. Misalnya seperti brand Sukha Citta yang memberdayakan 60 pengrajin batik dan tenun yang hasilnya akan meningkatkan penghasilan para pengrajin itu dua sampai tiga kali lipat," paparnya.

Dengan semua tantangan tersebut, menurut Anton, The Goods Dept terus mencari inovasi baru. "Selain menambah brand-brand kreatif, kami juga akan memperbanyak event di toko kami dan berintegrasi dengan The Goods Cafe. Kami ingin menarik konsumen untuk berbelanja lalu nongkrong sekaligus," katanya.

Cyntia Wirjono, Chief Creative Office The Goods Group, menambahkan, Goods juga telah meluncurkan produk kreasi in-house, yaitu lini pakaian pria Anders, dan Very Denim, lini pakaian wanita berbahan dasar utama denim.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.