Kompas.com - 11/12/2017, 08:39 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Dunia anak memang bermain, tetapi terlalu banyak memiliki mainan justru berdampak buruk pada kreativitas anak.

Anak-anak yang memiliki banyak mainan akan mudah teralihkan atau kurang fokus serta tidak menikmati waktu main yang berkualitas.

Kesimpulan itu dihasilkan dari penelitian tim Universitas Toledo, Ohio, Amerika Serikat, yang melibatkan 36 anak balita. Para balita itu diajak main di ruangan bermain selama 30 menit dengan hanya 4 mainan atau 16 mainan.

Ternyata, anak balita menjadi lebih kreatif saat mereka hanya punya beberapa mainan untuk dimainkan. Mereka juga akan memainkan setiap mainan itu dua kali lebih lama dan lebih mengeksplorasi permainannya.

Tim peneliti menyarankan agar orangtua, guru, atau pengasuh di tempat penitipan anak mengurangi jumlah mainan dan merotasi mainannya secara berkala. Tujuannya agar anak lebih kreatif dan meningkatkan rentang fokusnya.

"Jumlah mainan anak berpengaruh pada kualitas permainan mereka. Mainan yang terlalu banyak justru mengganggu durasi dan kedalaman permainan," kata ketua peneliti, Dr Carly Dauch, dalam jurnal Infant Behaviour and Development.

Sejumlah anak bermain di ruangan layanan anak di Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Perpustakaan Nasional dengan total 24 lantai dan tiga ruang bawah tanah merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah anak bermain di ruangan layanan anak di Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Perpustakaan Nasional dengan total 24 lantai dan tiga ruang bawah tanah merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ini bukan penelitian pertama yang menyodorkan bukti efek negatif kebanyakan mainan pada anak. Pada 1990-an, peneliti dari Jerman juga menunjukkan bahwa anak yang memiliki sedikit mainan justru lebih kreatif dan lebih sosial.

"Anak akan belajar menghargai mainan yang ada di depannya dibandingkan dengan ada banyak pilihan mainan," kata penulis buku ClutterFree with Kids, Joshua Becker.

Ia mengatakan, anak yang punya banyak mainan secara alami akan kurang peduli dan merawat mainannya. "Mereka tak akan belajar menghargainya jika selalu ada pengganti mainan lain," ujarnya.

Mainan yang terbatas justru membuat anak kreatif dan mampu menyelesaikan masalah dengan material yang terbatas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.