Kompas.com - 12/12/2017, 11:08 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Harbolnas atau hari belanja online nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 12 Desember memang selalu dinanti. Pada momen ini, hampir semua e-commerce menawarkan potongan harga yang lumayan.

Dilansir dari laman resmi Harbolnas, kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2012 ini bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pelaku industri telekomunikasi, perbankan, logisitik hingga media.

Pada awalnya kegiatan ini diprakarsai oleh Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak. Namun, tahun ini telah berhasil menjangkau lebih dari 200 e-commerce.

Harbolnas di Indonesia sendiri terinspirasi dari gerakan "Cyber Monday" yang telah ada di negara besar seperti Amerika, Kanada, Inggris dan Jepang.

Laman Reader Digest menyebutkan bahwa istilah "Cyber Monday" diciptakan pada tahun 2005 oleh Ellen Davic, wakil presiden senior penelitian dan inisiatif strategis untuk Federasi Ritel Nasional.

Event ini memang menjadi kabar gembira bagi para penggila belanja untuk mencari aneka produk, baik yang dibutuhkan atau hanya ikut-ikutan karena terbuai dengan banyaknya diskon. Namun, tahukah Anda siapakah perusahaan atau orang pertama yang memberi diskon?

Dilansir dari laman Time, pemberian diskon pertama kali diciptakan oleh perusahaan minuman bersoda Coca-Cola. Asa Candler, pendiri perusahaan ini, menemukan ide untuk memberikan kupon diskon sebagai teknik promosi produknya di tahun 1887.

Tekik promosi yang ditemukan Candler ini ternyata mampu membuat Coca-Cola menjadi produk minuman yang mendominasi pasar. Kupon diskon yang diciptakannya saat itu hanya berupa tulisan tangan yang menawarkan segelas Coca-Cola gratis yang kemudian menawarkan Coca-Cola hanya dengan harga 5 sen.

Tahun 1894 dan 1913, diperkirakan 1 dari 9 orang Amerika telah menerima Coca-Cola gratis, dengan total 8.500.000 minuman gratis. Pada tahun 1895, Coca-Cola pun tersebar di seluruh Amerika.

Pada awal 1900-an, diskon mulai merambah produk sereal. Kemudian, tahun 1930 penggunaan kupon diskon ini menjadi besar sejak adanya krisis ekonomi global. Sementara itu, pada tahun 1940 supermarket mulai menggunakan cara ini untuk menarik pengunjung agar tidak berbelanja di toko lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.