Kompas.com - 12/12/2017, 12:36 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kontrasepsi jangka panjang seperti implan memiliki banyak keunggulan dalam mencegah kehamilan. Apalagi saat ini tersedia implan generasi terbaru yang lebih praktis karena hanya terdiri dari satu implan.

Impan atau awam menyebutnya dengan susuk KB berisi hormon progestin yang dilepaskan sedikit demi sedikit melalui pori-pori batang implan dengan masa kerja 3-5 tahun.

Di Indonesia terdapat beberapa jenis implan. Menurut dr.Julianto Witjaksono, Sp.OG(K), di tahun 1980-an KB implan sangat populer di Indonesia. Ketika itu digunakan implan yang berisi 6 batang.

"Karena implan KB dipasang di bawah kulit, maka jika jumlahnya ada 6 batang sering muncul kesulitan untuk pengampilannya setelah masa pakai habis," katanya dalam acara media diskusi di Jakarta, Senin (11/12).

Saat ini implan 6 batang sudah tidak digunakan lagi. Menurut Julianto, generasi KB implan terbaru hanya terdiri dari dua atau satu batang berukuran sangat kecil, hanya 1-2 milimeter.

"Semakin sedikit batang implannya, tentu pemakaian semakin mudah tanpa mengurangi manfaatnya. Pemasangannya bisa oleh dokter atau bidan yang sudah mendapatkan pelatihan," ujar dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia ini.

Ia menambahkan, implan dua batang yang digunakan di Indonesia efektif digunakan selama 5 tahun. Sementara implan satu batang bisa dipakai selama 3 tahun.

"Saat ini juga sudah ada implan satu batang dengan sistem radiopag, jadi kalau mau diangkat bisa di-USG letaknya di mana," katanya.

(Baca juga: KB Implan, Kontrasepsi dengan Kegagalan Terkecil)

Keunggulan implan KB adalah mudah digunakan dan tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan sampai 99,9 persen. Ditambahkan Julianto, pengguna implan juga bisa dengan cepat mendapatkan kesuburannya setelah kontrasepsinya dilepas.

"Untuk ibu menyusui juga aman. Efek jangka panjang penggunaan KB ini adalah menurunkan risiko kehamilan di luar kandungan," katanya.

Susuk KB bekerja dengan cara menekan hormon yang menyebabkan ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat masuknya sperma ke dalam rahim.

Sementara itu, kelemahan metode KB ini adalah membutuhkan sayatan kecil untuk memasang dan mengangkat, serta terkadang menyebabkan haid tidak teratur atau muncul bercak darah di luar masa haid.

Pemasangan KB implan memang sedikit lebih mahal, tetapi karena digunakan jangka panjang, menurut Julianto, harga keekonomian setiap bulannya jadi jauh lebih murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.