Kompas.com - 16/12/2017, 11:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Oleh: Retha Arjadi

Kecocokan dalam sebuah hubungan, utamanya hubungan romantis, bisa ditentukan oleh berbagai hal. Tidak jarang, sepasang kekasih atau suami istri merasa tidak puas dengan pasangannya karena hal-hal yang nampak sepele, misalnya karena jarang mengucapkan kata-kata manis, tidak menawarkan bantuan sebelum diminta, lupa memberi hadiah di hari spesial, dan lain sebagainya.

Dr. Gary Chapman, pengarang buku berjudul “The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts” memperkenalkan konsep 5 love languages atau 5 bahasa cinta pada dasarnya dimiliki oleh semua orang, tetapi dalam porsi yang berbeda-beda.

Kelima bahasa cinta tersebut terdiri dari:
1. Words of affirmation, yaitu kata-kata yang mendukung. Individu yang dominan pada bahasa cinta ini menyukai kata-kata ungkapan sayang dan pujian dari pasangannya.

2. Acts of service, yaitu ungkapan cinta dalam bentuk melayani. Bahasa cinta ini tidak tampil dalam bentuk untaian kata, tetapi terungkap dalam perilaku berupa bantuan-bantuan kecil sebagai bentuk perhatian.

3. Receiving gifts, di mana saling memberi dan menerima hadiah dianggap sebagai hal yang penting. Walaupun senang mendapatkan hadiah, individu yang dominan dengan bahasa cinta ini bukan berarti materialistis. Hadiah kecil sekalipun bisa dianggap bermakna karena ia menganggap pasangannya mengingat dirinya dan menunjukkan rasa cinta lewat memberi hadiah tersebut.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
4. Quality time, yaitu menghabiskan waktu bersama-sama secara berkualitas. Melakukan berbagai kegiatan berdua dengan pasangan adalah hal yang sangat dihargai oleh individu yang dominan pada bahasa cinta ini. Sekedar berada dekat dengan pasangan pun sudah dapat membuatnya merasa nyaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Physical touch, yaitu sentuhan fisik. Seperti namanya, bahasa cinta ini diungkapkan lewat sentuhan fisik. Genggaman tangan dan pelukan misalnya dapat diterima sebagai pesan cinta yang sangat berarti oleh mereka yang dominan pada bahasa cinta ini.

Mengenali bahasa cinta yang dominan pada diri sendiri dan diri pasangan adalah sesuatu yang penting. Coba simak contoh berikut ini untuk lebih mudah memahaminya.

Setiap orang pasti senang kalau pasangannya mengatakan “I love you”, tetapi misalnya sepasang suami istri, sang suami merasa cukup sesekali saja mengucapkan dan mendengarnya agar terasa spesial, tetapi sang istri ingin mendengar itu setiap hari untuk mengafirmasi perasaan bahwa ia dicintai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.