Kompas.com - 18/12/2017, 06:43 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mengajak anak membantu melakukan pekerjaan rumah memang tak selalu mudah. Apalagi jika hal itu sampai mengganggu aktivitas mainnya.
 
Namun, sebagai orangtua kita harus mengajari anak-anak melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, mengangkat jemuran, atau menyapu lantai.

Efek positifnya akan dirasakan anak saat mereka dewasa. Bukan hanya lebih mandiri, anak yang terbiasa "kerja" di rumah cenderung akan lebih sukses.

"Dengan melakukan pekerjaan rumah, mereka akan menyadari pentingnya bekerja untuk menjadi bagian dari kehidupan," kata penulis buku How to Raise an Adult, Julie Lythcott-Haims.

Dia juga melakukan penelitian jangka panjang tentang pola asuh mengajak anak melakukan pekerjaan rumah.

"Jika anak tidak mencuci piring, itu berarti ada orang lain yang mengerjakannya. Ia bukan saja terbebas dari pekerjaan, tapi belajar memahami pekerjaan harus diselesaikan dan setiap orang bisa berkontribusi," katanya.

Menurut Julie, anak-anak yang terbiasa membantu pekerjaan rumah akan tumbuh menjadi karyawan yang lebih baik, punya kemampuan bekerja sama dengan koleganya, serta lebih empati kepada orang lain, dan bisa bekerja secara mandiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X