Kompas.com - 21/12/2017, 10:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com Kemajuan teknologi dan cara berkomunikasi terus berubah, demikian juga seharusnya pola asuh orangtua. Mengajari anak dengan cara memberi nasihat atau pun interogasi dianggap tak cocok lagi bagi anak di era modern ini.

Najelaa Shihab, pakar pendidikan dan parenting, menjelaskan, dua cara itu tak lagi efektif sebagai bentuk komunikasi kepada anak, sebab tak akan sampai tujuan hingga dapat membuat masalah-masalah baru.

Sebagai gantinya, Najelaa menyarankan agar orangtua memilih menceritakan pengalaman agar pesan bisa sampai pada anak. Pengalaman itu bisa milik pribadi atau orang lain, seperti pengalaman terlambat ke sekolah dulu karena keasyikan nonton film hingga larut malam. Hal itu lebih baik daripada langsung dinasihati. 

“Sama enggak pesannya? Sama, (hanya) caranya beda. Lewat bercerita lebih efektif membuka komunikasi, satu lagi lagi enggak efektif (langsung nasihat),” kata Najelaa dalam acara Wardah Beauty to Share di Jakarta, Rabu (20/12).

Menggali informasi dengan cara interogasi dianggap tak efektif karena akan memperkeruh dan membuat masalah baru lagi, misalnya anak menjadi berbohong untuk menghindari tekanan.

Najelaa tak memungkiri bahwa interogasi kepada anak masih dianggap cara terbaik untuk menekan anak, termasuk saat buah hati melakukan kesalahan.

Najelaa mencontohkan pernah mendapati sang anak tidak latihan renang. Bukannya  menginterogasi dan berpura-pura tidak tahu anak bolos berenang, dia memilih untuk langsung menyatakan ‘ibu tadi ke kolam renang, tapi kamu tidak ada ke sana’.

Ungkapan jujur ini penting, karena jawaban sang anak pun akan jujur.  “Karena saya pilih jujur dan bilang saya ke sana, dia akan jujur juga.”

“Kalau interogasi kan, dia akan bohong untuk menutupi kesalahan dia. Malah membuat masalah baru lagi,” sebut Najelaa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.