Awas, Kebanyakan Gula Bisa Memengaruhi Kemampuan Otak

Kompas.com - 04/01/2018, 15:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Tubuh manusia mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Namun tidak seperti glukosa, fruktosa tidak melintasi sawar darah otak.

"Studi kami menunjukkan bahwa ‘sugar coma’—yang berkaitan dengan glukosa—memang merupakan fenomena nyata, di mana tingkat perhatian menurun setelah konsumsi gula yang mengandung glukosa," kata Peng kepada PsyPost.

Efek ini diperkuat dengan peserta yang berpuasa selama 10 jam sebelum penelitian.

Peneliti mengakui bahwa ukuran sampel penelitian in relatif kecil, namun efek yang diamati cukup besar. Oleh karena itu, dia menyarankan penelitian selanjutnya harus mengukur seberapa jauh daerah otak berubah setelah mengonsumsi gula, dengan menggunakan teknik neuroimaging. 

“Ini akan membantu kita lebih memahami bagaimana penurunan perhatian muncul setelah mengonsumsi glukosa,” ujar Peng.

Dia melanjutkan, seiring makanan yang kian beragam, mudah diakses dan lezat—penting untuk melakukan penelitian lebih banyak di daerah ini untuk memahami pilihan makanan dan perilaku makan.

Penelitian dengan judul ‘The “sweet” effect: Comparative assessments of dietary sugars on cognitive performance’  juga ditulis bersama Rachel Ginieis, Elizabeth A. Franz, dan Indrawati Oey.

Halaman:


Sumber PsyPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X