Kompas.com - 08/01/2018, 12:12 WIB
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Riset terbaru dari University of British Columbia yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menyatakan bahwa aroma adalah pembangkit gairah wanita yang ampuh.

Sementara itu, periset psikologi dari Canadian Institution menemukan bahwa wanita mengalami penurunan kortisol atau hormon pemicu stres setelah mencium pakaian yang telah dikenakan pasangannya. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 96 pasangan.

Karenanya tidak heran banyak wanita yang memakai pakaian pasangannya atau tidur di sisi kasur dimana pasangan mereka biasa tidur saat pasangan mereka tak ada di rumah.

"Tapi, mungkin mereka tidak menyadari mengapa mereka melakukan hal itu," kata Marlise Hofer, pemimpin riset tersebut.

Wanita dipilih sebagai subjek dalam riset ini karena diyakini memiliki indera penciuman yang lebih kuat. Mereka tidak diberi tahu apakah baju yang mereka kenakan itu adalah milik pasangan mereka sebelum menjalani tes.

Hasil riset menunjukan bahwa wanita yang mengenali aroma pasangannya sebelum melakukan tes merasa lebih rileks. Sementara wanita yang mencium pakaian orang lain mengalami peningkatan stres.

"Sejak kecil, manusia takut pada orang asing, terutama pria aneh. Jadi, ada kemungkinan aroma aneh pria memicu respons 'hadapi atau hindari' yang menyebabkan kortisol meningkat," ucap Marlisa Hofer.

Menurut Fran Walfish, seorang psikoterapis selebriti Beverly Hills, hal ini serupa dengan hubungan yang dimiliki antara bayi dengan mainan boneka atau dot yang disukainya.

"Saat merasa tertekan, pakaian dari pasangan akan menjadi objek peralihan dan sumber kenyamanan dan menenangkan," ucapnya.

Frans Walfish sendiri juga suka memeluk pakaian milik mantan kekasihnya yang disimpan di lemarinya saat dia merasa stres.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.