Inilah Penampakan Langka Saat "Gerbang Ke Sahara" Diselimuti Salju - Kompas.com

Inilah Penampakan Langka Saat "Gerbang Ke Sahara" Diselimuti Salju

Kompas.com - 10/01/2018, 21:06 WIB
01Karim Bouchetata 01

KOMPAS.com - Salju di Gurun Sahara pada hari Selasa (9/1/2018) kemarin adalah fenomena langka yang hanya terjadi tiga kali selama 40 tahun terakhir. Sejarah mencatat kejadian serupa terjadi pada 1979, 2016, dan 2017.

Beruntung, seorang fotografer amatir berhasil mengabadikan fenomena tersebut untuk kita. Karim Bouchetata yang lahir di kota Aïn Séfra, Aljazair, mengabadikan bagaimana salju menyelimuti kota kelahirannya.

Menurut Karim, kota Aïn Séfra memiliki kondisi wilayah yang unik. "Kota ini memiliki empat kondisi lanskap yang berbeda, yaitu kota dengan bukit pasir, lalu hutan dan pegunungan, dan sekarang salju," katanya seperti dikutip dari Buzzfeed, Rabu (1/1/2018).

Dilaporkan sebelumnya oleh Kompas.com, Kota Ain Sefra memiliki suhu rata-rata 37,6 derajat celcius selama bulan Juli. Hal itu membuat penduduknya lebih terbiasa dengan panas ekstrem dibanding salju.

Baca juga : Mendadak Diselimuti Salju Setebal 40 Cm, Ada Apa di Sahara?

Untungnya, salju yang turun di Sahara ini tidak bertahan lama. Menjelang sore ketika suhu naik lima derajat celcius, salju mulai mencair.

Inilah hasil jepretan Karim saat kota "Gerbang ke Sahara" diselimuti salju: 

02Karim Bouchetata 02

"Saya menunggu untuk menyaksikan bagaimana salju mulai meleleh," katanya. Menurut dia, hasilnya tidak kalah mencengangkan.

03Karim Bouchetata 03

Salju yang mulai mencair sedikit demi sedikit dalam beberapa jam saja meninggalkan jejak putih di padang gurun.

04Karim Bouchetata 04


EditorShierine Wangsa Wibawa
SumberBuzzFeed
Komentar
Close Ads X