Kompas.com - 15/01/2018, 17:37 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mayoritas pekerja saat ini menghabiskan waktunya bekerja di dalam ruangan. Padahal, terlalu banyak berada di ruangan kantor memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Terlalu lama berada dalam ruangan tertutup seperti kubikel perkantoran, yang menghalangi pemandangan luar ruangan, diketahui dapat meningkatkan kadar hormon stres. Sementara itu, ventilasi yang buruk yang banyak ditemui di banyak gedung, juga meningkatkan karbon dioksida yang berpotensi mengurangi kemampuan otak dan berpengaruh terhadap mood.

Psikolog Lingkungan Judith Heerwagen mengatakan, dampak-dampak tersebut bisa terjadi karena desain perkantoran yang mengabaikan unsur alam.

"Banyak kreativitas dan waktu diberikan untuk mendesain habitat alam bagi para satwa. Tapi tidak untuk menciptakan tempat-tempat kerja yang nyaman untuk manusia," kata Heerwagen yang banyak mempelajari tempat kerja di Amerika .

Kondisi tersebut perlahan berubah seiring dengan meningkatnya kesadaran ruang kerja yang sehat.

Heerwagen yang kini bekerja untuk General Services Administration di Washington, banyak terlibat membantu perencanaan pembangunan gedung yang menyertakan atap dan atrium hijau. Termasuk juga kantor yang disertai pemandangan outdoor yang luas.

Desain ini juga memungkinkan para pegawai berjalan-jalan dan berinteraksi dengan pegawai lainnya. Aktivitas itu bisa menjadi olahraga sederhana di sela rutinitas duduk di meja kerja.

Arsitek ternama sekaligus Co-Founder CookFox, Richard Cook menyampaikan, arsitektur dengan suasana alam juga berdampak pada kesehatan pegawai. Selain performa kerja yang lebih baik, mereka juga jadi lebih jarang absen karena sakit.

Kajian ilmiah dari konsep gedung perkantoran hijau terus berlanjut. Penelitian dari sebuah tim internasional pada 2014 menunjukkan bahwa mereka yang bekerja di gedung dengan tanaman-tanaman hijau memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan 15 persen lebih produktif.

Sementara itu, studi tentang rumah sakit dari Pakar Arsitektur Roger Ulrich menemukan bahwa pasien rumah sakit yang melihat pemandangan alam dari luar jendela cenderung merasakan lebih sedikit sakit dari terapi medis yang dilakukan. Mereka juga cenderung lebih cepat keluar dari rumah sakit ketimbang pasien yang pemandangannya hanya dinding rumah sakit.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.