Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 16/01/2018, 11:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Tidak boleh ini-itu, harus begini-begitu. Kalimat-kalimat dengan nada semacam itu selalu menyelimuti para orangtua muda saat mulai mengasuh dan membesarkan anak mereka.

Tentu, orangtua tidak ingin terlewat untuk menyaksikan pertumbuhan anak dan perkembangan si kecil, sejak dia lahir, bisa duduk, merangkak, berdiri, berjalan, lalu berbicara.

Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali dianugerahi anak.

Nah, sejalan dengan itu, para orangtua baru ini terkadang dibisikkan banyak hal tentang pertumbuhan anak atau cara mengasuh anak yang dianggap baik.

Baca juga: Penolakan adalah Pelajaran Penting dalam Fase Tumbuh Kembang Anak

Biasanya saran dan masukan itu datang dari keluarga dekat, kerabat, atau teman yang sudah memiliki anak terlebih dahulu.

Tapi, apakah semua saran itu adalah fakta yang mengandung kebenaran atau hanya mitos semata?

Berikut ini adalah sejumlah mitos dan fakta yang kerap muncul saat orangtua mulai merawat dan membesarkan anak. 

Mitos: si kecil diam berarti baik-baik saja.

Fakta: Menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi, menyatakan ketidaknyamanan, atau menginginkan sesuatu.

Namun, dibutuhkan banyak energi untuk mengeluarkan suara tangisan yang kencang, dan bayi yang sakit justru cenderung pasif, dan tidak banyak bergerak.

Baca juga: Mengapa Kita Menangis Saat Bahagia?

---

Mitos: Alat bantu berjalan (baby walkers) membantu si kecil belajar jalan.

Fakta: Menurut American Academy of Pediatrics, baby walkers sebenarnya berbahaya.

Si kecil bisa celaka karena dia tidak bisa melihat kakinya sendiri ketika menggunakan baby walkers.

Selain itu, otot-otot si kecil dirasa belum siap untuk melakukan aktivitas atau bergerak dengan baby walkers.

Penggunaan alat ini juga berisiko membuat si kecil terjatuh dari tempat tertentu seperti tangga, terlebih jika tidak diawasi oleh orangtua.

---

Mitos: Jangan khawatir jika si kecil terlambat bicara, nanti juga bisa.

Fakta: Segera minta bantuan kepada dokter atau ahli tumbuh kembang anak jika si kecil menunjukkan tanda-tanda terlambat bicara.

Penanganan dini dapat membantu menentukan, apakah si kecil memiliki masalah tumbuh kembang dan bagaimana menanganinya.

Baca juga: Cara Bicara yang Membuat Perempuan Terpesona

---

Mitos: Kafein dapat memperlambat pertumbuhan anak.

Fakta: Memberikan kafein pada anak kecil memang punya beberapa efek samping, tapi tidak termasuk menghambat pertumbuhan anak.

Jika terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein, si kecil kemungkinan jadi mudah marah, sakit perut, jantungnya berdegup kencang, tekanan darahnya naik, susah tidur, sakit kepala, dan gelisah.

---

Mitos: Nonton TV terlalu dekat tidak baik untuk mata.

Fakta: Sejauh ini, belum ada bukti yang mengungkapkan jika menonton televisi terlalu dekat bisa membuat mata jadi rusak atau bahkan buta.

Baca juga: Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

American Academy of Ophthalmology (AAO) mengatakan jika mata anak-anak bisa benar-benar fokus tanpa merasa kelelahan, beda dengan orang dewasa.

Namun, kebiasaan menonton televisi terlalu dekat bisa menjadi pertanda jika si kecil menderita rabun jauh.

---

Mitos: Susu formula sama bagusnya seperti ASI (air susu ibu).

Fakta:  ASI jauh lebih unggul, tidak bisa ditiru, dan tidak tergantikan.

ASI mengandung nutrisi pertumbuhan yang dibutuhkan manusia, sedangkan susu formula yang berasal dari sapi mengandung nutrisi yang berbeda.

Selain itu, nutrisi dan antibodi dalam ASI sangat unik, serta menyesuaikan dengan perkembangan fisik dan mental si kecil.

Baca juga: Diselip di Balik Bra, Pompa ASI Ini Portabel dan Hands-free, Mau?

Komposisi ASI bisa berubah-ubah sepanjang masa menyusui, saat si kecil tumbuh, untuk memenuhi kebutuhan buah hati yang juga berubah-ubah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI sebagai pilihan terbaik.

---

Mitos: Sengaja menjulingkan mata bisa membuat mata juling selamanya.

Fakta: Mata tidak akan juling jika si kecil menjuling-julingkan matanya.

Namun, jika si kecil terus-menerus menjulingkan matanya, atau posisi mata terlihat juling meskipun si kecil tidak dengan sengaja melakukannya, disarankan untuk menemui dokter, mata agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

---

Bunda dan Ayah, jangan sampai malas mencari tahu tentang fakta-fakta pertumbuhan anak.

Membiasakan memberi makanan sehat sangat dianjurkan untuk membantu tumbuh kembang si kecil. Sebab, kekurangan nutrisi bisa memengaruhi perkembangan intelektual anak.

Jika terdapat gangguan pada tumbuh kembangnya, orangtua dapat membawa si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli tumbuh kembang anak, demi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Ini yang Perlu Anda Perhatikan Saat Bawa Balita ke Mal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Alodokter
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke