Kisah Lingerie Putri Diana dan Ratu Elizabeth Diumbar, Vendor Dipecat

Kompas.com - 16/01/2018, 16:00 WIB
June Kenton, yang menyebut dirinya boobologist terkemuka di Inggris, telah menjalankan perusahaan lingerie Rigby & Peller sejak tahun 1982. Dia merilis sebuah otobiografi tahun lalu bertajuk Storm in a D Cup, yang merinci karya yang secara pribadi dibuatnya untuk keluarga Kerajaan Inggris dan sejumlah selebritas. Via lingeriestyling.comJune Kenton, yang menyebut dirinya boobologist terkemuka di Inggris, telah menjalankan perusahaan lingerie Rigby & Peller sejak tahun 1982. Dia merilis sebuah otobiografi tahun lalu bertajuk Storm in a D Cup, yang merinci karya yang secara pribadi dibuatnya untuk keluarga Kerajaan Inggris dan sejumlah selebritas.
EditorGlori K. Wadrianto

LONDON, KOMPAS.com - Pemasok lingerie resmi untuk keluarga kerajaan Inggris kehilangan kontrak eksklusif yang telah berlangsung selama 57 tahun.

Sanksi ini muncul setelah June Kenton, menulis sebuah buku yang menceritakan semua tentang pembuatan, -termasuk fitting, pakaian dalam untuk Ratu Elizabeth II dan Putri Diana.

June Kenton, yang menyebut dirinya "boobologist terkemuka di Inggris", telah menjalankan perusahaan lingerie Rigby & Peller sejak tahun 1982.

Tahun lalu, dia merilis sebuah otobiografi bertajuk "Storm in a D Cup," yang merinci karya yang secara pribadi dibuat untuk keluarga Kerajaan Inggris dan sejumlah selebritas. 

Baca juga: Sam McKnight, Penata Rambut di Balik Gaya Ikonik Putri Diana

Akibat cerita itulah, --termasuk bagaimana dia melakukan fitting untuk Ratu Elizabeth II di depan anjing corgis peliharaan kerajaan, ikatan eksklusif dengan Rigby & Peller pun dicabut.

Ganjaran itu dipandang perlu, karena selama ini keluarga kerajaan selalu berupaya menjaga kerahasiaan cerita semacam ini. 

"Saya merasa sangat sedih," kata Kenton kepada Jewish News.

"Mendapatkan surat perintah kerajaan adalah hal yang paling indah."

"Hal itu juga menunjukkan bahwa kita memiliki standar bisnis tertentu, sekaligus menunjukkan kita terhormat," ungkap Kenton lagi

Di dalam bukunya, Kenton juga menyebut Putri Diana mengirim poster model berpakaian lingerie kepada anak-anaknya, untuk digantung di dinding kamar asrama.

Baca juga: Aku Suka Olahraga Cuma Pakai Lingerie...

Sesungguhnya, Kenton sudah menjual saham mayoritas di perusahaan itu sejak tahun 2011 seharga 11 juta dollar AS, namun tetap duduk di dewan perusahaan.

Dia adalah anggota seumur hidup dari  the Women’s International Zionist dan telah berbicara tentang pekerjaan dan isi bukunya di acara amal kelompok Yahudi.

Rigby & Peller adalah perusahaan yang didirikan oleh imigran Yahudi pada tahun 1939, dan sudah memegang surat perintah kerajaan sejak tahun 1960.

Baca juga: Apa Beda Lingerie dan Pakaian Dalam?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X