Kompas.com - 16/01/2018, 22:00 WIB
Peserta Bersepeda di Jantung Borneo saat melewati jalur sepanjang 65 kilometer dari Badau menuju Bukit Kedungkang, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10/2017). Perhelatan Bersepeda di Jantung Borneo diselenggarakan bertepatan dengan agenda besar Festival Danau Sentarum Betung Kerihun, memadukan olahraga dan ekowisata serta mengajak masyarakat menyadari lebih dalam arti dari konservasi. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANPeserta Bersepeda di Jantung Borneo saat melewati jalur sepanjang 65 kilometer dari Badau menuju Bukit Kedungkang, Kalimantan Barat, Sabtu (28/10/2017). Perhelatan Bersepeda di Jantung Borneo diselenggarakan bertepatan dengan agenda besar Festival Danau Sentarum Betung Kerihun, memadukan olahraga dan ekowisata serta mengajak masyarakat menyadari lebih dalam arti dari konservasi.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Hasil penelitian berikut ini membantah klaim sebelumnya yang menyebut kegiatan bersepeda dapat mengganggu kesehatan seksual pria.

Sebuah hasil riset terbaru yang dilansir laman NDTV, mengungkap, bersepeda baik untuk tujuan olahraga maupun transportasi tidak memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan pria.

Selama ini, sepeda dikenal sebagai moda transportasi dan alat olahraga terpopuler di seluruh belahan dunia.

Nah, hasil studi ini menyimpulkan bahwa bersepeda sesungguhnya memberi manfaat yang jauh lebih besar bagi pelakunya, termasuk manfaat kardiovaskular.

Bahkan disebutkan pula, jika dibandingkan dengan perenang atau pelari, pesepeda dengan intensitas tinggi justru memiliki kualitas ereksi yang lebih baik.

Baca juga: Bersepeda Sebabkan Disfungsi Ereksi?

Dalam penelitian ini juga disebut bahwa, karakter sepeda dan kondisi jalan yang dilintasi ternyata tak memberikan pengaruh negatif bagi "kejantanan".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam penelitian ini, ada tiga kelompok atlet yang terdiri dari 2.774 pesepeda, 539 perenang, dan 789 pelari yang dijadikan responden.

Mereka juga mendapat pertanyaan seputar sejarah infeksi saluran kemih (ISK), struktur uretra, nyeri pada penis, maupun rasa sakit akibat duduk di sadel. 

Penelitian yang dilansir dalam Journal of Urology ini menyebutkan, upaya menyesuaikan tinggi stang sepeda dan sadel, berpengaruh pada kondisi mati rasa pada kelamin, maupun nyeri pada bagian bokong.

"Kami percaya hasil penelitian ini akan memberi semangat bagi para pesepeda. Apalagi, bersepeda memberikan manfaat kardiovaskular yang luar biasa dengan dampak rendah pada sendi."

Baca juga: Priaprisme, Kelainan Penis hingga Ereksi Berjam-jam

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.