Kompas.com - 18/01/2018, 11:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperkenalkan musik pada anak sejak dini memiliki banyak manfaat positif. Namun, ketika ingin mengajak anak lebih serius belajar musik, orangtua sering bingung menentukan apakah anak harus memiliki bakat dulu atau cukup bermodalkan minat.

Program Director Erwin Gutawa Music School, Eric Awuy mengatakan, bakat anak dalam suatu bidang adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Termasuk bakat musik. Namun, bakat tak menjadi unsur satu-satunya yang menentukan kesuksesan anak.

"Saya percaya bakat, tapi saya rasa porsinya kecil," kata Eric di sela peresmian Erwin Gutawa Music School di Jalan Suryo, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Menurut dia, ada beberapa faktor lainnya yang menunjang. Salah satunya lingkungan. Jika seorang anak dikelilingi oleh lingkungan tertentu, dalam hal ini musik, hal itu juga akan merangsang mereka untuk juga berkarya di bidang musik. Misalnya memiliki orang tua musisi.

Namun, hal itu lagi-lagi tak menjadi yang utama. "Turunan atau enggak juga tidak bisa dibuktikan," tutur Eric.

Menurutnya, hal terpenting adalah sang anak semangat dan memiliki minat untuk bermusik.

Ia mengenang masa kecilnya, dimana ia sempat tidak mau belajar musik sama sekali sebab sempat agak dipaksakan oleh orang tua. Saat ia kecil, ibu dari Eric adalah seorang guru musik.

"Tetap belajar musik tapi karena agak dipaksakan jadi saat latihan, enggak pernah latihan," ujar lulusan Master of Degree of Trumpet & Chamber Music, Montreal Conservatory, Canada itu.

Namun, minat bermusiknya mulai tumbuh saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dimana ia mulai membentuk band bersama teman-temannya.

Pada akhirnya, cita-cita Eric berkarir di bidang lain justru tergeser dengan keinginannya mendalami musik. Ia kemudian menempuh pendidikan musik di luar negeri.

"Kadang bakat tidak ada. Tapi menjadi bakat banget karena diawali minatnya itu," tutur mantan Ketua Departemen Musik, Dewan Kesenian Jakarta itu.

General Manager Erwin Gutawa Music School, Asmoro Jati berpendapat senada. Menurutnya, minat lah yang menggerakkan orang untuk belajar dan bermain musik.

Seseorang tetap bisa menjadi musisi yang baik tanpa harus memiliki bakat awal dalam bermain musik. Minat, kata dia, akan memicu munculnya bakat dalam diri seseorang.

"Tanpa bakat tapi dengan 50 persen usaha, itu akan tercapai," ujar Asmoro.

Namun, ada pula musisi ternama yang memiliki bakat dan minat bermusik yang berjalan beriringan. Ia menyebut nama Pianis Jazz Joey Alexander. Menurutnya, tak banyak yang seperti Joey dimana bakat dan minatnya cocok.

"Secara umum, minat lebih penting," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.