Kompas.com - 19/01/2018, 11:30 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

"Sering menelan permen karet bisa memunculkan bezoar, gumpalan materi yang tak bisa dicerna dan berpotensi menghalangi usus besar," kata Edwin McDonald.

Baca juga: Mengapa Anda Harus Bekerja Sembari Kunyah Permen Karet?

Edwin McDonald adalah ahli Gastroenterologi dari University of Chicago dan Direktur Asosiasi Adult Nutrition.

Kesimpulannya, apakah kita akan baik-baik saja setelah menelan permen karet? Ya. Tapi, apa perlunya menelan permen karet?

Fabian Ortega menulis, kebiasaan itu harus dihentikan. Jika Anak mau mengonsumsi permen karet, latihlah mereka untuk selalu membuangnya begitu permen telah terasa hambar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.