Kompas.com - 25/01/2018, 22:00 WIB
ilustrasi uang dalam amplop. Thinkstockilustrasi uang dalam amplop.
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Teori bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan kini telah terbukti secara ilmiah. Riset membuktikan, menemukan cinta akan lebih banyak memberi kepuasan daripada mendapatkan kenaikan gaji.

Riset ini dilakukan oleh London School of Economics yang meneliti sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap kebahagiaan seseorang.

Periset melakukan survei terhadap 200.000 orang di Inggris Raya dan berbagai negara lain.

Hasilnya, depresi dan kegagalan dalam asmara merupakan penyebab terbesar kesengsaraan manusia.

Mereka juga menemukan fakta bahwa berada dalam hubungan asmara memiliki dampak terbesar pada kebahagiaan.

Sementara kenaikan gaji semata adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan.

Jika dihitung dengan skala 1-10, periset menemukan bahwa, mereka yang mendapatkan kenaikan gaji dua kali lipat hanya mengalami peningkatan kebahagiaan sebesar 0,2.

Sebaliknya, memiliki pasangan dapat meningkatkan kebahagiaan hingga 0,6.

Baca: Kebahagiaan Orang Bergaji Besar Berpusat pada Dirinya

Depresi, kegelisahan dan hidup tanpa pekerjaan membuat tingkat kebahagiaan turun hingga skala 0,7.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Esquire
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.