Kompas.com - 29/01/2018, 21:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Saat mengerjakan seragam ini, Yang mengaku menerapkan obsesinya bak memberikan sentuhan detail pada koleksi couture karyanya.

Detail tersebut, kata Yang, termasuk segala hal, mulai dari kancing hingga jahitan dan aneka asesoris.

"Saya menerapkan banyak hal dari pakaian ini," kata Yang.

"Saya ingin program ini menjadi panutan, tentang bagaimana bentuk seragam di masa depan," ungkap Yang.

"Tidak hanya dalam kenyamanan dan fungsi, serta keamanan, tapi juga dalam bentuk dan desain," kata dia.

Sebelum seragam baru ini diproduksi massal, sejumlah seragam telah menjalani masa "uji pakai" di lapangan. Seragam itu digunakan oleh sebuah tim yang terdiri dari 130 karyawan.

Selama dan setelah tes sepanjang 60 hari tersebut, karyawan dan penumpang akan memberi umpan balik kepada Yang dan timnya.

Mereka memberi masukan mengenai bagaimana desain itu bisa membantu mereka dalam pekerjaan nyata.

Setelah rampung, produksi dan peluncuran koleksi baru ini direncanakan mulai dilakukan pada akhir 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.