Kompas.com - 31/01/2018, 09:23 WIB
. VIA THINKSTOCK.
EditorGlori K. Wadrianto

"Tapi begitu kami mendarat di Narita, sosok hangat yang menyenangkan itu lenyap. Toshi kembali menjadi orang Jepang."

"Saya mendapati diri saya merasa kurang tertarik padanya saat itu, karena saya sangat terkesan dengan 'kepribadian bahasa Inggris'-nya," papar Jane.

Beruntung, setelah kembali ke kehidupan normal, Jane bisa mengembalikan rasa cintanya pada Toshi.  "Tapi itu adalah beberapa hari yang sulit bagi saya," kata Jane.

Cerita serupa pun dialami oleh sejumlah pasangan beda bahasan lain. Kedua belah pihak memiliki pendapat yang sama: kepribadian dan cara mereka berbicara, terutama di negara lain, sangat berbeda dengan perasaan mereka saat di Jepang.

Kebanyakan dari mereka merasa takut bahwa mereka mungkin kehilangan pasangan mereka sebagai akibat dari perbedaan tersebut.

Toshi juga merasakan hal serupa terhadap Jane. 

"Saya tidak pernah merasa lebih takut untuk kehilangan dia, ketika kami berada di dalam kereta dari Bandara Narita."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bayangkan saja, saya rasa Jane hanya berbicara tak lebih dari tiga kata saat kami berada dalam perjalanan itu," ungkap Toshi. 

Apa yang dapat kita dan pasangan kita lakukan?  

Berusahalah untuk mengetahui dan mengenali perbedaan dalam diri kita di antara bahasa-bahasa itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.