Kompas.com - 31/01/2018, 09:23 WIB
. VIA THINKSTOCK.
EditorGlori K. Wadrianto

Lihat juga pada pasangan kita. Bicarakan apa arti perbedaan ini, dan bagaimana perasaan kita tentang masalah yang mungkin dia hadapi.

Tapi jangan terlalu memaksakannya. Kita tidak bisa memaksa perubahan mendadak dan kita tidak bisa mengharapkan orang untuk selalu menjadi seperti yang kita ingin.

Memahami dari mana asalnya, dan membuat perubahan kecil dalam rutinitas harian untuk membentuk hubungan yang seimbang antara "kesempurnaan yang dia harapkan" dan "standar normal bagi dia".

Langkah itu adalah perkembangan alami yang akan membantu lahirnya rasa nyaman dalam hubungan.

Dengan begitu, saat kita kembali kerutinitas perasaan "asing" mengapa kita bersama dia, tak akan muncul.

2. Memahami dan menghargai kedua budaya secara setara

Ketika kita secara alami cenderung menghargai pengalaman dan kebiasaan kita sendiri, dan  memperlakukan pengalaman pasangan dengan 'kurang hormat', maka tak akan pernah ada hasil positif dalam hubungan itu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengalaman yang dialami pasangan Sarah dan Masa bisa menjadi pelajaran.

Sarah adalah seorang perempuan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, tapi dia pun mampu berbicara dalam bahasa Jepang.

Sementara Masa adalah lelaki Jepang, yang juga mampu berbicara dalam bahasa China.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.