5 Teknik Mengendalikan Emosi Saat Mendisiplinkan Anak

Kompas.com - 03/02/2018, 08:54 WIB
Ilustrasi ayah berselisih dengan anak bbevrenIlustrasi ayah berselisih dengan anak
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Tiap orangtua pasti pernah marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya. Hal ini wajar, karena tiap orangtua ingin anaknya menjadi orang yang baik.

Nah, yang jadi masalah, orangtua kadang langsung melampiaskan emosinya dengan membentak anak.

Menurut banyak ahli, membentak-bentak, meneriaki, apalagi menggunakan kekerasan bukanlah hal yang bijak untuk diterapkan pada anak. Masih ada cara lain yang bisa membuat anak memahami maksud orangtua.

Salah satu alasan kuat mengapa orangtua tidak bisa menahan emosi pada anaknya ketika mereka berbuat salah adalah rasa takut. Ya, rasa takut bisa membuat orangtua spontan berteriak atau bahkan memukul anak.

Misalnya ketika anak bermain air di dekat peralatan listrik yang tentu sangat berbahaya. Sudah diperingatkan berkali-kali, tapi anak tidak mengindahkan kata-kata orangtuanya, sampai air hampir tumpah ke colokan listrik.

Karena sangat takut akan bahaya anak tersengat listrik (kesetrum), kita mungkin secara refleks berteriak pada anak untuk berhenti main air.

Baca juga : 5 Cara Keliru Mendisiplinkan Anak

Biasanya, kondisi orangtua yang sedang banyak pikiran atau stres berat, juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat mereka tidak bisa menahan emosi pada buah hatinya.

Padahal, wajar saja kalau anak-anak berbuat nakal atau melakukan kesalahan. Ini karena anak-anak memang sedang belajar soal batasan perilaku, mana yang diperbolehkan orangtua dan mana yang akan dilarang.

Lalu, bagaimana cara menahan emosi saat anak berbuat salah?

1. Apakah benar-benar harus marah?

Sering kali saat kita marah kepada anak, masalahnya sebenarnya sepele. Maka, tetapkan dulu batasan-batasan perilaku mana yang perlu ditindak tegas dan mana yang masih bisa dibicarakan baik-baik.

Ingat, tidak semua kenakalan anak harus direspon dengan cara memarahi atau menghukum anak. Dengan begitu, kita pun akan lebih tenang dalam menghadapi ulah si kecil.

2. Tenangkan diri

Saat melihat anak berulah, kita mungkin jadi naik pitam dan akhirnya berteriak atau membentak. Kita bisa menghindari luapan emosi ini dengan berbagai cara untuk membuat diri serileks mungkin.

Hal pertama yang paling mudah dilakukan adalah dengan cara menarik napas sedalam mungkin. Embuskan dan ulangi beberapa kali sampai emosi lebih stabil.

Kedua, kita bisa pergi menjauh dulu dari si kecil, misalnya ke kamar. Jika sudah merasa lebih tenang, baru boleh mengajak anak berbicara dan memberikan arahan untuk tidak mengulangi perilakunya lagi secara tegas.

Baca juga : 10 Kesalahan Ayah saat Menghukum Anak

3. Coba menghitung

Selain memberikan penegasan pada anak, menghitung satu sampai sekian bisa membantu orangtua menahan emosi. Misalnya, “Rapikan mainanmu sekarang. Ibu hitung sampai sepuluh. Kalau sampai sepuluh belum rapi, kamu tidak boleh pakai mainan ini lagi. Satu… Dua…”.

Nah, jika si kecil masih belum mematuhi perintah, coba untuk memberi peringatan lagi dengan sikap yang tegas tanpa meneriaki atau membentak anak.

4. Hindari memukul

Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan menggunakan kekerasan. Maka, untuk mendisiplinkan anak, jangan memukul atau menyakiti anak secara fisik.

Memukul anak tidak akan membuat kita merasa lebih baik. Bukannya lega, kita justru akan dihantui rasa bersalah dan emosi negatif lainnya. Apalagi kekerasan bisa membuat anak kehilangan kepercayaan pada orangtua sehingga ia justru akan bertingkah lebih nakal.

Baca juga : Kekerasan Bukan Pola Asuh Mendisiplinkan Anak

5. Kendalikan cara bicara

Para periset menunjukkan, bahwa dengan semakin tenang kita berbicara, semakin mudah juga kita menenangkan perasaan dan menahan emosi.

Sebaliknya, jika kita menggunakan kata makian atau bentakan pada anak, semakin naik juga amarah dalam diri. Coba kendalikan cara bicara sehangat mungkin. Semakin sering dilatih, kita bisa menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya salah.

Baca juga : Yang Harus Dipelajari Orangtua Saat Mendisiplinkan Anak

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X