Kompas.com - 06/02/2018, 12:00 WIB
Susu kedelai sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, dan diklaim memiliki nutrisi yang berlimpah. VIA THINKSTOCKSusu kedelai sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, dan diklaim memiliki nutrisi yang berlimpah.
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Susu kedelai sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, dan diklaim memiliki nutrisi yang berlimpah.

Namun, karena perkembangan zaman, produk susu kian beragam dan asupan susu kedelai perlahan menurun.

Berdasarkan riset Fortune, penjualan susu kedelai turun 57 persen dari puncak tertinggi sebesar 1,2 miliar dollar AS pada tahun 2008.

Kendati demikian, ke depan susu kedelai diprediksi akan digandrungi kembali. Apa alasannya?

Sebuah riset terbaru yang dilakukan McGill University menemukan fakta susu kedelai merupakan alternatif susu bergizi—berada di posisi kedua setelah susu sapi.

Baca juga: Minum Susu Bikin Sekeluarga Tidur Nyenyak, Ini Buktinya

Ahli gizi Whitney English Tabaie mengungkapkan, penilaian buruk selama ini tentang susu kedelai tak lepas dari diklaim ketinggalan zaman.

Juga ada isu seputar kertekaitan dengan masalah kesehatanseperti: kanker, soal kesuburan, jerawat, dan hipotiroidisme.

Nah, apa yang sekarang kita ketahui tak akan terbantahkan, kedelai tidak berbahaya bagi kesehatan manusia."

"Sebaliknya, ini bermanfaat mencegah dan mengobati penyakit kronis seperti kanker payudara, prostat, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan diabetes,” ungkap Tabaie.

Studi ini membandingkan nilai gizi dari empat jenis minuman susu yang paling umum dikonsumsi, yakni almond, kelapa, beras, dan kedelai—dengan susu sapi.

Temuan tersebut mengungkapkan , kedelai tidak hanya kaya protein, serta menawarkan isoflavon, yang merupakan anti-karsinogenik fitokimia.

“Susu kedelai mengandung profil macronutrient yang luar biasa."

"Satu cangkir memiliki sekitar tujuh gram protein, dua gram serat, dan empat gram lemak tak jenuh,” kata Tabaie.

Baca juga: Kinmemai Premium, Beras Termahal di Dunia

“Saya melakukan penelitian dan sampai pada kesimpulan bahwa kedelai sudah ada sejak ribuan tahun dan mungkin masalahnya bukan pada tanaman kedelai, namun prosesnya yang perlu dipertanyakan.”

Demikian dituturkan Michelle Silva salah satu periset dalam penelitian ini. 

“Saya minum susu kedelai organik, tanpa pemanis yang dicampurkan ke dalam kopi setiap hari, dan saya menyukai teksturnya yang kental,” kata Silva.

Berdasarkan riset dari Mintel, penjualan susu non-sapi di Amerika Serikat meningkat 61 persen sejak 2012 dan mencapai lebih dari  2,1 miliar dollar AS pada tahun 2017.

Tren ini terjadi karena peningkatan jumlah pengikut gaya hidup vegetarian, kesadaran akan antibiotik, dan hormon pertumbuhan yang acap kali ditemukan pada susu sapi. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.