Bahaya Pemanis dari Sirup Jagung Terhadap Daya Ingat

Kompas.com - 07/02/2018, 11:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pemanis buatan yang banyak dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah sirup jagung (corn syrup). Pemanis ini juga banyak ditemukan dalam bumbu, permen, bahkan makanan bayi.

Penelitian mengungkap bahaya konsumsi sirup jagung dalam jangka panjang, bukan cuma menyebabkan kegemukan tapi juga bisa menurunkan daya ingat.

Untuk mempelajari efek sirup jagung tinggi fruktosa di otak, para periset dari UCLA memberi makan zat ini ke tikus, bersamaan dengan jumlah asam lemak omega-3 yang beragam dalam makanan. 

Asam lemak omega-3 penting untuk fungsi otak, dan dapat ditemukan pada ikan laut, biji rami, dan kenari.

Setelah selama enam pekan mengasup makanan yang kandungan omega-3 nya dikurangi, tikus tersebut mengalami masalah ingatan. Kondisi lebih buruk ditemukan pada tikus yang mengasup sirup jagung tinggi fruktosa.

"Mengonsumsi makanan tinggi fruktosa selama jangka panjang mengubah kemampuan otak untuk belajar dan mengingat informasi. Tetapi, menambahkan asam lemak omega-3 ke makanan, dapat membantu meminimalkan kerusakan,” kata penulis studi Fernando Gomez-Pinilla. 

Kuncinya adalah konsumsi sirup jagung dalam jumlah sesedikit mungkin. Sebab, semua tikus yang mengonsumsi sirup jagung tinggi fruktosa menunjukkan gejala penurunan kemampuan mengingat—terlepas apakah suplemen tersebut ditambah dengan asam lemak omega-3 atau tidak. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X