Kompas.com - 08/02/2018, 11:48 WIB
ilustrasi traveling anyaberkutilustrasi traveling

KOMPAS.com - Banyak orang selalu mengeluh penghasilannya kurang dan tidak bisa menutupi kebutuhan hidupnya. Padahal, yang terjadi adalah mereka tidak bisa mengatur keuangannya.

Hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016 menyebutkan, keuangan 49 persen masyarakat Indonesia masih didominasi dengan tujuan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

"Tak jarang pendapatan mulai menipis menjelang akhir bulan. Kadang juga tabungan terpakai untuk memenuhi kebutuhan tersier," kata perencana keuangan Prita Ghozie dalam acara talkshow yang diadakan Kompas.com dan BTPN Jenius bertema 'Cara Pintar Atur Finansial' di Jakarta (2/2).

Ia menilai pola konsumsi generasi muda banyak yang mengkhawatirkan. "Slogan You Only Live Once (YOLO) membuat mereka merasa bebas melakukan apa yang diinginkan," kata Prita.

Menurut Prita, para milenial menganggap diri mereka kaya kalau bisa menonton konser, traveling supaya bisa selfie dengan latar berbeda-beda. Biaya hidup sebenarnya murah, biaya pamer yang mahal," ujar dia.

Ia melanjutkan, dengan gaya hidup YOLO tanpa peduli dengan kemungkinan yang akan terjadi ke depan, para milenial akan bangkrut sebelum berusia 40 tahun.

Setidaknya ada tiga kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dialami, yaitu tidak memiliki arah dan tujuan keuangan, gagal mengatur arus kas uang, dan kurang mempersiapkan tabungan atau dana darurat.

Prita menjelaskan, sebagai karyawan kita memang tidak bisa memiliki kendali dengan penghasilan yang didapat setiap bulan, tetapi kita bisa mengendalikan pengeluaran.

"Berapa pun penghasilan yang didapat tidak pengaruh, asal bisa mengendalikan pengeluaran," ujar CEO ZAP Finance ini.

Perencana keuangan Prita Gozhie (tengah) dan Digital Banking Value Proposition and Product Head PT BTPN, Irwan Sutjipto Trisnabudi (kanan) dalam Talkshow Kompas.com dan BTPN Jenius bertema Cara Pintar Atur Finansial di Jakarta (2/2).
Dok Kompas.com Perencana keuangan Prita Gozhie (tengah) dan Digital Banking Value Proposition and Product Head PT BTPN, Irwan Sutjipto Trisnabudi (kanan) dalam Talkshow Kompas.com dan BTPN Jenius bertema Cara Pintar Atur Finansial di Jakarta (2/2).

Pos pengeluaran

Pengaturan keuangan bisa dilakukan dengan membagi-bagi penghasilan ke dalam beberapa pos.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X